Perkumpulan Muallaf Perlu Alquran dan Alat Salat

Mushalla Al-Islami yang berada di komplek Gigantea Town House (Jalan Kafe Doremi) Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, dalam setahun terakhir ini menjadi salah satu pusat pembinaan umat Islam. Khususnya bagi jamaah muallaf yang ada di wilayah kota Malinau.

Seminggu sekali yakni setiap Minggu, para mualaf yang ada di wilayah Malinau berkumpul untuk mendapat pembinaan di tempat yang juga menjadi sekretariat perkumpulan zikir mualaf tersebut.

“Pembinaan dilakukan secara rutin setiap hari Minggu oleh Pesantren Hidayatullah, mulai pukul 10.00 sampai dzuhur. Yang mau mengikuti silahkan, kami terbuka,” terang Ketua Perkumpulan Zikir Mualaf Kabupaten Malinau, Hj Christina Debora, dikutip Radar Tarakan, Jumat (7/6) lalu.

Sebulan sekali, imbuhnya Hj Chirstina Debora lagi, dilakukan acara pengajian dan dzikir bersama yang diikuti oleh seluruh umat muslim. Saat ini, imbuhnya, jumlah mualaf yang tercatat pada lembaganya sebanyak 600 orang. Pembinaan, lanjut Hj Christina Debora, difokuskan pada pematangan aqidah pribadi.

Pada saat-saat tertentu, selain mendapat pembinaan aqidah, jamaah juga mendapat pengetahuan berupa keterampilan tertentu yang diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian mereka. “Itu juga kami lakukan di sini. Di samping kegiatan-kegiatan sosial, memberi bantuan yang sakit, meninggal, atau mendapat bencana,” papar Christina Debora.

Untuk lebih dapat menampung dan memberikan kenyamanan pada jamaah yang mengikuti kegiatan, sambung Christina Debora, pihaknya merencanakan untuk membangun dan menambah fasilitas. Termasuk membangun beberapa rumah kontrakan.

Rumah kontrakan diakuinya berperan penting dalam menghidupkan lembaga pembinaan umat yang dikelolanya tersebut. Sebab, sambungnya, dari situlah sumber dana untuk berbagai kegiatan yang dilakukannya.

“Selain dukungan dari Pesantren Hidayatullah dan para dermawan dari berbagai kota. Ada dari Yogyakarta, Bogor dan tempat lainnya,” terang Hj Christina Debora.

Diakui Christina Debora, saat ini pihaknya masih membutuhkan banyak hal untuk memenuhi keperluan umat.

“Yang paling kami butuhkan adalah Alquran yang ada terjemahannya dan alat-alat salat. Juga buku-buku pendidikan keagamaan,” terangnya.

Jika ada kemampuan, imbuhnya lagi, pihaknya berencana untuk membangun taman bacaan/perpustakaan di sekitar kompleks tersebut. Hal ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan tentang keislaman bagi setiap warga mualaf.(rdt)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.