Pesantren Berpotensi Dorong Percepatan Ekonomi Kerakyatan

Founder Bosowa Corp Aksa Mahmud mengatakan potensi pesantren cukup efektif mendorong percepatan ekonomi kerakyatan.

“Bisnis dan perekonomian yang dilakoni para santri dan dai harus terus didorong untuk mendukung kemandirian dan bermartabatnya aktivitas berdakwah,” katanya melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Jumat (21/6/2013).

Aksa berceramah dalam sesi dialog “Pencerahan Ekonomi Keumatan, Pemberdayaan Ekonomi Nasional Berbasis Pesantren” di Gunung Tembak, Balikpapan. Ini merupakan rangkaian Silaturahmi Nasional Jamaah Pondok Pesantren Hidayatullah.

Pada kesempatan itu ia mengatakan, pengusaha yang lahir dari pesantren akan sangat luar biasa keberkahannya, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah.

Dia prihatin, pengusaha yang menguasai perekonomian Indonesia saat ini tidak memilki basis dan pemahaman keagamaan yang baik sehingga realitas perekonomian Indonesia rapuh.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, mantan Ketua MK Mahfud M.D dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan hadir dalam silaturahmi nasional di Gunung Tembak yang resminya dimulai Sabtu (22/6/2013) hingga Minggu (23/6/2013).

Silatnas dihadiri 6.000 jamaah, kader, simpatisan dan pengurus Hidayatullah se-Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan ulang tahun atau milad Hidayatullah ke-40.

Rombongan jamaah Hidayatullah Sulawesi Selatan sebanyak 600 orang, merupakan yang terbesar kedua selain rombongan dari Jawa Timur. Akan digelar pula pengibaran bendera merah putih raksasa ukuran 1.000 meter persegi oleh SAR Hidayatullah dan pernikahan Mubarak sebanyak 50 pasang pengantin.

Sementara itu, Grup Bosowa baru saja menyelesaikan pembelian 14% saham Bank Bukopin senilai Rp1,17 triliun untuk melengkapi lembaga keuangan dan perbankan yakni Bank Kesawan dan BPR Syariah.

Masuknya Bosowa akan memperkuat permodalan bank tersebut dan mendorong percepatan dan pengembangan bisnis Bukopin, khususnya di sektor usaha kecil dan menengah (UKM) secara berkelanjutan.

Aksa sendiri telah menyatakan komitmen dan dukungan untuk mengembangan jaringan minimarket Hidayatullah dengan mengggandeng Bank Bukopin. Dia menyebut dalam 2 tahun, Hidayatullah harus mendirikan 300 minimarket di 300 pondok pesantrennya.

“Perputaran uang akan sangat luar biasa untuk mendukung kegiatan dakwah Hidayatullah. Saatnya lembaga dakwah untuk tidak meminta-minta lagi,” tegasnya.

Hidayatullah saat ini baru memiliki lima jaringan usaha minimarket. Namun, pendiri Bosowa itu optimistis 300 minimarket Hidayatullah bisa terbentuk mulai tahun ini atau pada 2014.

“Pada 2015, kami bisa go public seperti yang dilakukan Alfamart,” katanya. (bi)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.