Pesantren Hidayatullah Kendari Gelar Nikah Massal

Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah menggelar nikah massal dikalangan para santri yang selama ini menjadi binaan Pesantren Hidayatullah. Nikah massal atau Pernikahan Mubarak tersebut diikuti oleh 11 pasang laki-laki dan perempuan yang telah menyelesaikan pendidikannya.

Pernikahan Mubarak tersebut dilakukan di Pondok Pesantren Kota Kendari, Kamis (4/7/2013) lalu. Abu Bakar Muis, Pengurus Wilayah Pesantren Hidayatullah Sultra, mengatakan bahwa dari tahun ke tahun nikah berkah tersebut memang sering dilakukan dikalangan penghuni pondok pesantren.

“Tiap tahun kami melihat, santri kami yang sudah siap menikah dan menjadi imam bagi calon keluarganya, jika sudah siap maka kami segera langsungkan pernikahannya,” terangnya.

Jumlah nikah massal yang diikuti tahun ini kata Abu Bakar merupakan jumlah terbanyak dari pengalaman sebelumnya. Dimana tahun sebelumnya jumlah santri yang mengikuti nikah massal tidak mencapai 10 pasang.

“Untuk pelaksanaan nikah massal kami gilir di setiap daerah, tahun lalu kami adakan di Bau-bau dengan jumlah delapan pasang, tahun sebelumnya juga di Unaha sebanyak tujuh pasang, tahun ini memang paling banyak,” ujarnya.

Sementara itu, usia para santri yang melangsungkan pernikahan juga bervariasi mulai dari usia 22 tahun untuk perempuan, sementara bagi laki-laki ada yang berusia 20 tahun ke bawah.

Ia juga menuturkan bahwa pernikahan yang dilangsungkan hari itu merupakan pernikahan berkah karena sebelumnya tidak saling mengenal satu sama lain.

“Perkenalannya dilakukan setelah menikah, jadi tidak ada istilah pacaran, alhamdulillah sejauh ini pernikahan seperti ini berhasil dan tidak ada yang gagal, saya sendiri juga menikah dengan cara dijodohkan seperti ini pada tahun 1994 lalu,” kenangnya.

Suhartin, salah seorang mempelai wanita mengatakan bahwa ia sama sekali tidak keberatan melakukan pernikahan seperti itu, meskipun ia juga tidak memiliki bayangan tentang suaminya.

“Belum pernah kenal, saya hanya tahu bahwa beliau juga binaan Hidayatullah dari Kolaka, saya percaya dengan pilihan ustad di pesantren karena tidak mungkin kami dipilihkan orang yang salah,” ujarnya. (lina)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.