Ramadhan Ceria di Hidayatullah Palu

Bertempat di kampus Pesantren Hidayatullah Palu, Sulawesei Tengah, di bilangan Tondo, ratusan murid SD Integral Hidayatullah Palu antusias mengikuti penutupan Ramadhan ceria.

“Kegiatan ini sengaja kami kemas menarik dengan pembelajaran yang menyenagkan agar anak-anak betah dengan amalan agamanya, khususnya pada bulan Ramadhan kalli ini,” ketua panitia Dedy Kurniawan, S.Sos.I.

Sesuai dengan temanya, kegiatan Ramadhan dikemas sedemikian rupa sehingga menyenangkan dan tidak membosankan sesuai dengan dunia anak- anak.

Penanggung jawab kegiatan Dedy kurniawan mengatakan, pihaknya ingin membangun image kepada siswa bahwa mempelajari dan belajar agama Islam  itu tidak susah dan tidak perlu sampai membuat kening berkerut.

“Kita bisa mempelajari agama Islam dengan santai dan menyenangkan tanpa mengurangi bahkan menghilangkan inti ajaran Islam,” imbuhnya.

Lebih jauh Dedy menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaksanakan acara serupa sejak berdirinya sekolah tersebut, tepatnya pada awal tahun ajaran 2005/2006 lalu.

Salah seorang peserta asal Kota Raya Muhammad Agus yang kini duduk di bangku kelas IV mengatakan dengan lancar, “Saya tidak tahu apakah nanti di SMP ada kegiatan yang kayak gini, menyenangkan sekali apalagi banyak ilmu-ilmu agamanya yang saya dapatkan dan langsung diamalkan”.

Kegiatan ekstra kurikuler sekolah yang berdurasi empat hari sejak memasuki hari puasa pertama tercatat tanggal 10 Juli. Untuk pemateri sekolah belum mengundang pemateri dari luar sekolah dengan pertimbangan efisiensi waktu dan anggaran.

Tercatat dalam agenda panitia, materi yang disampaikan adalah Aqidah dan Tauhid, Ulumul Qur’an, sejarah para Nabi, Fiqih Ramadhan, Akhlakul Karimah dan game yang semuanya dikemas apik dalam penyampaiannya.

Seluruh peserta menyambut antusias bukan hanya dari siswa saja bahkan juga wali murid. Selain mempelajari agama Islam seperti, mengaji, menghafal, memterjemah Al- Qur’an siswa juga diberikan game-game yang menyenangkan serta dongeng yang bisa memotivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam.

Ada yang lain dari penutupan acara ini, seluruh peserta membagi-bagikan sembako dan buka puasa bersama dengan  masyarakat di sekitar sekolah yang sebelumnya mereka kerjabakti membersihkan lingkungan.

Dikatakan Dedy, “Kami tidak hanya mengajarkan ajaran Islam ini hanya sebatas teori tapi perlu langsung dipraktekkan di lapangan dengan membagikan sembako dan  kerja bakti di maasyarakat”.

Hal senada juga disampaikan oleh kepala sekolah SD Integral Hidayatullah Palu, Muhammad, SE. “Kegiatan serupa memang sudah menjadi kultur sekolah kami, di setiap detil acara sangat kami kondisikan dengan nilai-nilai agama yang syarat dengan aplikasi di lapangan,” demikian Muhammad. (Laporan wartawan Hidayatullah.or.id di Palu, Muhammad Bashori)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.