Gadis-gadis Makassar Minati Pesantren Hidayatullah Malang

Pesantren Hidayatullah Malang ternyata diminati anak-anak perempuan dari Makassar. Puluhan santriwati di pesantren putri yang terletak di Jl Raya Apel Kota Malang, Jawa Timur, ini berasal dari Makassar dan kota-kota lainnya di Sulawesi Selatan.

”Ada puluhan santriwati  pesantren ini berasal dari Makassar dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Kami datang belajar di sini karena pesantren ini termasuk yang terbaik. Santriwatinya tidak hanya diajari ilmu agama Islam tetapi juga pelajaran umum lainnya dengan baik,” kata santriwati ketika ditemui Tasman Banto dari Tribun Timur di depan kompleks pesantren mereka, Kamis malam.

Para santriwati pesantren ini selalu tampil mengharumkan nama Malang dan Jawa Timur. Mereka sering mengikuti berbagai lomba, seperti lomba matematika, bahasa Inggris dan lomba mata pelajaran umum lainnya dan selalu menjadi juara pertama.

Pesantren Hidayatullah termasuk salah satu pesantren terbaik di Kota Malang. Tidak heran santrinya kebanyakan berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara selain berasal dari berbagai kota lainnya di Kalimantan dan Jawa.

Yang menarik, para santrwati yang berasal dari Makassar justru adalah anak-anak orang kaya. Demikian pula para santri dari Palu dan Kalimantan adalah mereka yang tergolong orang-orang kaya. Mereka menyekolahkan anaknya di pesantren ini karena para santriwati tidak sekadar dicecoki dengan pelajaran agama Islam tetapi juga pelajaran umum seperti sekolah lainnya.

Ada pula enam santriwati asal Papua. Mereka kebetulan berasal dari keluarga kurang mampu dan pesantren menyekolahkan mereka secara gratis.

Para santriwati yang berprestasi justru diberikan beasiswa untuk belajar ke luar negeri. Misalnya, beberapa santrinya belum lama ini dikirim belajar ke Jerman, Kairo dan negara-negara lainnya. Di pesantren ini para santriwati juga diajari beberapa bahasa asing selain bahasa Arab, juga bahasa Inggris, dan bahasa Jerman.

Sekitar sebulan lalu pesantren ini baru saja menerima santri baru. Selama sebulan mereka dikarantina di dalam kompleks pesantren dan belum diizinkan keluar. Tetapi seminggu sebelum lebaran para santri akan dijemput keluarganya untuk kembali ke daerahnya masing-masing dan kembali ke pesantren seminggu setelah lebaran. (tbt/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.