Ramadhan di Hidayatullah Gunung Tembak, Shalat Malam Tuntaskan 1 Juz

RAMADHAN menjadi bulan penuh ibadah di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan. Kaltim Post, akhir pekan lalu sehari semalam mengikuti kegiatan keagamaan di ponpes terbesar di Balikpapan ini. Salat malamnya panjang bagi yang tak terbiasa.

==========

Bulan puasa tahun ini menandai dua tahun setengah Rahmat nyantri di Ponpes Hidayatullah. Santri asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini tercatat sebagai murid kelas tahfiz. Ini adalah kategori santri yang dikhususkan untuk menghafal Alquran di ponpes tersebut.

Ramadan tahun ini, santri kelas tahfiz tidak mendapatkan libur seperti kelas lain, yaitu awaliyah dan tsanawiyah. Sementara santri kelas aliyah dan perguruan tinggi selama Ramadan ini melakukan perjalan ke sejumlah kota untuk dakwah dan menggalang dana pesantren. Momen ini pun dimanfaatkan santri tahfiz seperti Rahmat untuk menambah hafalan ayat-ayat Alquran.

Saat bincang dengan Kaltim Post, Rahmat mengaku sudah hafal kurang lebih 15 juz dalam Alquran. Itu ditempuhnya dalam kurun waktu 1 tahun terakhir. “Saya baru hafal 15 juz dalam satu tahun ini, Ramadan kali ini menjadi kesempatan untuk menambah hafalan saya,” tuturnya.

Setiap usai salat wajib di masjid pondok, Masjid Ar Riyadh, biasanya penghafal-penghafal muda seperti Rahmat berkumpul untuk menyetor hafalan kepada ustaz pembimbing. Soal bagaimana metode menghapal ayat suci dengan cepat, Rahmat mengaku pasang standar satu hari satu lembar. Jika sudah hafal satu lembar, dia langsung presentasi hasilnya kepada ustaz pembimbing. Biasa dilakukannya usai salat Subuh.

“Kita di sini (Hidayatullah) menggunakan Alquran cetakan dari Arab, sehingga semua santri Alquran yang dipegang sama tiap halamannya. Jadi mudah bagi kami untuk melakukan sharing halaman yang sedang dihafalkan,” tutur santri yang duduk di kelas 2 tsanawiyah ini.

Sujaib, bendahara Ponpes Hidayatullah, mengatakan selain ada kegiatan khusus bagi penghapal Alquran, selama Ramadan di pesantren ini, volume ibadah jadi lebih banyak. Misalnya, salat malam durasinya ditambah, dari hanya satu jam menjadi tiga jam tiap malam. Mulai pukul 01.00 hingga 04.00 Wita. Jumlah bacaan ayat dalam salat dengan 11 rakaat ini adalah 1 juz setiap malamnya.

Salat malam, dilakukan usai istirahat sejenak, setelah salat Isya, tarawih, dan tadarus di masjid.

“Setiap malam selesai satu juz, jadi nanti pada saat malam terakhir kami telah menyelesaikan 30 juz. Ramadan tahun ini ‘kan genap 30 hari,” ungkap pria yang telah mengabdi di ponpes ini selama 21 tahun.

Saat di ponpes itu, media ini ikut salat malam. Benar saja, bacaan suratnya panjang-panjang. Meski begitu jamaah tetap khusyuk. Jamaah salat malam juga tak hanya datang dari santri dan ustaz, ada juga warga di sekitar pondok.

“Jamaah salat malam akan bertambah banyak ketika Ramadan memasuki 10 malam terakhir. Biasanya banyak santri yang berdatangan dari ponpes cabang Hidayatullah di seluruh Nusantara untuk iktikaf di masjid ini (Masjid Ar Riyadh),” jelas Sujaib.

Jadi, biasanya usai salat malam, istirahat sejenak, langsung lanjut sahur. Usai sahur dan salat Subuh, santri akan mendapat siraman rohani dan tafsir ayat Alquran yang disampaikan kelompok-kelompok pengajian warga di kompleks ponpes ini.

Sementara, seusai salat Zuhur santri melanjutkan ibadah dengan tadarus Alquran. Begitu juga setelah salat Asar.

Ponpes Hidayatullah di Balikpapan ini pusat dari seluruh abang Ponpes Hidayatullah di seluruh Nusantara. Pesantrennya tersebar, di antaranya, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua. (kp/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.