“Kader Bermental Pengusaha, Jadilah Entrepreneur”

Rabu, 21 Agustus 2013 12:33

Dorongan besar selayaknya disampaikan kepada para pengusaha Muslim, khususnya kader Hidayatullah, agar lebih sukses dalam usahanya. Yang bermental pengusaha, jadilah seorang entrepreneur yang amanah dan berkarakter.

Hal itu disampaikan Sekjen PP Hidayatullah Ir Abu A’la Abdullah yang juga mendorong pemerintah untuk selalu melakukan pembinaan dan dukungan terhadap pengusaha kecil.

Mereka, para pengusaha kecil biasanya tak memiliki banyak modal. Ketika akan meminjam uang ke bank untuk pengembangan usaha, kata Abu, mereka tak mempunyai jaminan. Tentu saja pihak perbankan keberatan memberikan dana kepada mereka.

“Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan. Karena itu, sebaiknya lembaga keuangan syariah memberikan bantuan,” kata Abu A’la dikutip Harian Republika, belum lama ini.

Di sisi lain, ia berharap lembaga amil zakat turut berperan dalam pengembangan ekonomi umat ini, yaitu memberdayakan para pengusaha kecil.

Ia melihat sudah ada beberapa lembaga zakat yang telah menginisiasinya. Di antaranya, Dompet Dhuafa dan Baitul Maal Hidayatullah. Mereka membantu pengusaha kecil itu dengan dana pengembangan usaha.

Abu mengatakan, pengusaha Muslim yang sudah mapan dapat pula melakukan aksi yang sama. Mereka membina orang lain agar bisa mandiri secara ekonomi. Dengan demikian, nantinya akan semakin banyak Muslim yang memiliki usaha sendiri

Sementara itu, pakar ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio mengatakan perlunya memperkuat bidang ekonomi. Ia juga mengapresiasi langkah sebagian orang yang berusaha mewujudkan kerajaan bisnis dengan mengandalkan kekuatan dana umat.

Seperti sekarang yang digalang oleh Ustaz Yusuf Mansur. Baginya ini niatan yang baik. Sang ustaz menghimpun dana masyarakat untuk mengembangkan usaha ekonomi.

Meski demikian, semangat semacam ini mesti didukung sistem administrasi mumpuni.  Dengan demikian, tak ada permasalahan hukum dan lainnya di kemudian hari.

“Sebab, jika investasi yang berlaku, banyak skema yang bisa dilakukan agar investasi ini berkembang baik,” kata Syafii, di harian yang sama.

Namun, yang pasti pengelolaan dana ini harus menyertakan pihak ketiga, baik berupa bank maupun manajemen investasi. Hal lain yang perlu diperhatikan, investasi mestinya sesuai syariah.

Ia meminta seluruh upaya membangun ekonomi umat yang dilakukan lewat investasi bersama seharusnya tak melanggar aturan syariah.

Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Fahmi Salim mengatakan, penguatan ekonomi perlu segera dilakukan. Banyak terobosan yang ia harapkan agar umat Islam menguasai perekonomian karena selama ini terpinggirkan.

Menurut Fahmi, langkah penting yang dapat dijalankan adalah memperkuat jaringan pengusaha Muslim. Bagi Fahmi, dibutuhkan keberanian untuk mengajak dan menggerakkan para pemilik modal untuk mengembangkan usaha yang menguntungkan umat Islam. *

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.