Piagam Gunung Tembak untuk Semua umat Islam

Ormas Hidayatullah telah mencetuskan konsensus bernama Piagam Gunung Tembak untuk menjadi perhatian seluruh kader dan jamaah. Isinya adalah seruan untuk menegakkan peradaban Islam dengan memakmurkan masjid, menuntut ilmu, bersilaturrahim, berjiwa sosial, mendirikan shalat berjamaah, tawadhu’, berdakwah, menjadi teladan yang baik di masyarakat.

Kendati dicetuskan pada momentum Silatnas Hidayatullah 2013 lalu di hadapan ribuan kader yang hadir, sejatinya piagam ini harus dipraktikkan juga oleh semua komponen umat Islam.

“Sebab inilah nilai-nilai yang dulu juga telah dibangun Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam membangun masyararak berperadaban mulia,” kata Ketua PP Hidayatullah Ustadz Tasyrif Amin kepada Hidayatullah.or.id, Rabu (04/09/2013).

Memakmurkan masjid dan menuntut ilmu adalah kewajiban umat Islam. Sholat berjamaah untuk laki-laki pun demikian. Inilah standar masyarakat yang telah dibangun oleh Nabi, ini harus ditegakkan dan dijaga.

Kata Ustadz Tasyrif, umat Islam dituntut untuk memahami dan mempraktikkan agamanya. Itulah mengapa pemimpin dan kader Hidayatullah wajib menjadi teladan di tengah umat, termasuk di dalamnya adalah kewajiban setiap muslim untuk meneladankan ajaran Islam sebagai agama yang penuh rahmat.

“Di dalam Islam, misalnya, perempuan harus memakai jilab. Ini juga harus diteladankan dengan baik oleh seluruh orang yang mengaku berislam, bukan hanya kader Hidayatullah,” ujarnya.

Ustadz Tasyrif menyatakan kesyukuran atas terus tersosialisasikannya piagam itu dalam rangka menegakkan nilai-nilai peradaban mulia. Piagam Gunung Tembak, kata dia, sejatinya untuk semua orang beriman agar bersama-sama berpadu menegakkan peradaban Islam di mana pun mereka berada.

“Sosialisasi Piagam Gunung Tembak harus terus digalakkan dan kemudian diimplementasi. Gerakan kembali ke masjid adalah sentral dari pesan piagam tersebut,” ujar beliau seraya menyebutkan akan ada penguatan secara formal pada acar Rapat Pleno Hidayatullah akhir November mendatang untuk seluruh pengurus.

Ustadz Tasyrif menjelaskan lahirnya piagam ini adalah dalam rangka mengkontekstualisasi apa yang telah dijalankan oleh Rasulullah di masa lalu yang gemilang membangun masyarakat beradab.

“Selanjutnya kepada seluruh dai dan muballigh tidak boleh istirahat untuk selalu mentrasformasikan nilai kebajikan tersebut demi lahirnya masyarakat Muslim yang beradabab dan berkasih sayang,” tandasnya.

Berikut ini isi lengkap Piagam Gunung Tembak yang diputuskan dan dibacakan pada momentum Silaturrahim Nasional Hidayatullah di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, akhir Juni lalu (24/06/2013):

 

Bismillaahirrahmanirrahiim

1. Bahwa membangun Peradaban Islam adalah jihad bagi setiap orang yang beriman.

2. Bahwa pusat Peradaban Islam adalah masjid. Oleh karena itu, setiap kader Hidayatullah wajib memakmurkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, pusat pengembangan ilmu, pusat kebudayaan Islam, pusat pengembangan karakter dan kepemimpinan umat.

3. Bahwa setiap kader Hidayatullah wajib melaksanakan shalat berjamaah di masjid, melazimkan shalat nawafil, terutama qiyamul lail, membaca al-Qur’an dan melaksanakan amalan ibadah sesuai dengan ketentuan syari’ah.

4. Bahwa setiap kader Hidayatullah adalah generasi Rabbani yang wajib menghidupkan majelis ilmu, membangun tradisi keilmuan dan berdakwah menyebarkan Islam. Oleh karena itu kader Hidayatullah wajib berhalaqah sebagai sarana untuk melakukan transformasi ilmu, transformasi karakter dan transformasi sosial.

5. Bahwa kader Hidayatullah harus menjadi generasi yang berkarakter, peduli, suka menolong, gemar berkorban, tawadhu’, militan, qana’ah, wara’ dan mengutamakan kehidupan akhirat.

6. Bahwa setiap pemimpin dan kader Hidayatullah wajib menjadi teladan di tengah umat. Untuk itu setiap kader harus membangun soliditas jamaah dan ukhuwah Islamiyah.

 

Gunung Tembak, 24 Juni 2013

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.