Hidayatullah Lepas 36 Kader Dai Muda STAIL ke Pelosok

Hidayatullah Lepas 36 Kader Dai Muda STAIL ke Pelosok NegeriHIDORID — Suara takbir menggema di hall serbaguna Pesantren Hidayatullah Surabaya, mengiringi pelepasan pengumuman tempat penugasan Kader Dai Hidayatullah lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Luqman Al Hakim Surabaya di hadapan ratusan undangan yang hadir, Sabtu (14/09/2013) lalu.

Hadir dalam pelepasan dai tersebut perwakilan Pengurus Pusat Hidayatullah, PW Hidayatullah Jawa Timur, PD Hidayatullah Surabaya, Ketua BMH Surabaya, Muslimat Hidayatullah, serta wali santri dan civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim (STAIL) Surabaya.

Di antara kader dai muda Hidayatullah alumni STAIL yang dilepas hari itu, Jam’ul Hidayat misalnya, mendapat tugas dakwah ke Timika, Papua.

Lalu ada Fachrur Rozy yang mendapat tugas di Kepulauan Riau, dan Alauddin Subandi ke Makassar Sulawesi Selatan. Setiap kader yang ditugaskan, telah dibekali ilmu selama empat tahun di kampus miniatur peradaban Islam itu.

“Alumni sekolah tinggi kader dai Hidayatullah hendaknya memiliki loyalitas yang tinggi dan percaya sepenuhnya terhadap apa yang dibawa Hidayatullah di seluruh Nusantara. Semangat nilai ketauhidan, iman dan Islam adalah bekal utama setiap bagi setiap kader yang berdakwah di seluruh pelosok negeri ini,” demikian kutipan sambutan Ketua PP Hidayatullah, Dr. H. Abdul Mannan.

“Kader Hidayatullah tidak boleh tergoda dengan godaan duniawi yang sifatnya hanya sementara, dan bahkan dapat mengganggu semangat dakwah. Yakinlah bila kita menolong agama Allah, maka Allah pasti akan menolong kita. Bertahan saja ditempat tugas, insya Allah, janji Allah pasti akan nyata hasilnya,” lanjut Abdul Mannan lagi.

Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al-Hakim Surabaya, Abdul Kholik, Lc, M.H.I, menyampaikan pentingnya STAIL sebagai media kaderisasi Hidayatullah yang sangat efektif untuk dapat memberikan jawaban kepada bangsa ini.

“Sebagai pemimpin dan problem solver (pemberi solusi) ditengah-tengah persoalan yang dihadapai masyarakat,” imbuhnya.

Pelaksana panitia penugasan kader dai muda Hidayatullah, Mohammad Idris mengungkapkan, setiap kader dai muda Hidayatullah yang telah ditugaskan, telah dibekali keterampilan membaca kitab klasik, kemampuan membaca Al-Qur’an, kemampuan akademis dan mental spiritual.

Sehingga, lanjut Idris, kader yang ditugaskan benar-benar telah siap siaga di medan dakwah, dimanapun mereka ditugaskan.

“Tahun ini, target yang ditetapkan oleh STAIL adalah terhadap calon mahasiswa baru yang akan mengikuti pembelajaran di STAIL, akan diwisuda nantinya apabila mampu menghafal 15 juz, hafal hadist, memiliki kemampuan akademis yang baik, memiliki karakter berkualitas, serta mampu menjadi pemimpin yang bisa diteladani umat,” tandasnya. (bmh/hio)

 

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.