Kebakaran Hutan Mamuju Nyaris Lalap Pesantren Hidayatullah Talawar

Australia Wildfires

Kebakaran hutan / IST

HIDORID — Kebakaran hutan terjadi di Dusun Salu Talawar, Desa Tadui dan Dusun Salu Matti, Desa Lalawang Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (0/10/2013) malam lalu. Pesantren Hidayatullah yang berada di wilayah kebakaran tersebut tepatnya di desa Salu Talawar nyaris pula keserempet api.

Pantauan media lokal, RakyatSulbar di lokasi kebakaran, pukul 20.00 wita, api terlihat menyebar di banyak tempat. Terparah di daerah gunung pinggiran Desa Lalawang. Di titik ini, api terlihat membubung tinggi sehingga jalan trans Sulawesi yang jaraknya diperkirakan dua kilometer lebih dari titik kebakaran, tampak terang. Dari jalan api terlihat melahap areal hutan mengarah ke puncak gunung.

“Di bawahnya gunung itu kebun coklat, habismi itu,” kata salah seorang warga Desa Lalawang.

Sampai sejauh ini belum diketahui sumber api yang menyebabkan kebakaran di tiga hutan dusun tersebut. Diduga api berasal dari pembakaran areal kebun yang dilakukan oleh warga.

Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) yang diterjunkan, tidak bisa berbuat banyak karena akses jalan menuju daerah pinggiran hutan sulit dilalui mobil damkar yang memang berukuran jumbo.

“Kita di sini siap-siap saja. Dua mobil di atas sementara menyiram di sekitar pesantren,” kata seorang petugas pemadam yang sementara bersiaga di dekat mobil damkar yang parkir di jalan poros Trans Sulawesi arah Mamuju – Kalukku.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah yang berada di Dusun Salu Talawar Desa Tadui, Ustaz Zawahir mengatakan, kebakaran hutan berasal dari Desa Lalawang. Menurut Ustaz Zawahir, asap dari balik gunung mulai terlihat sekira pukul 16.30.

“Sudah shalat asar itu asap sudah kelihatan dari sini (Salu Talawar). Api itu nyaris memasuki arel pondok pesantren.Tadi sampai di belakang mushollah sekitar 50 meter tapi berhasil dipadamkan secara manual oleh warga bersama petugas,” kata ustas Zawahir.

Sekira pukul 20.30 petugas pemadam bersama dua mobil damkar yang bersiaga di areal pesantren yang berjarak sekira 200 meter dari jalan poros ke arah gunung tampak sudah turun. Sementara api terlihat makin melebar mengarah ke bagian puncak gunung. (rb/ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.