Hidayatullah Mamuju Bangun Gedung Dakwah Ar Risalah

Jalan menuju kampus Hidayatullah Tobadak Mamuju

Jalan menuju kampus Hidayatullah Tobadak Mamuju

HIDORID — Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Mamuju, Sulawesi Barat, mendirikan Gedung Dakwah Ar-Risalah sekaligus menyatu dengan masjid kampus. Masjid berdaya tampung jamaah sholat sedikitnya 500 orang berlantai 2 itu kini sedang dikebut pembangunanya di komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju..

Dalam rangkaian arsiteksinya areal Gedung Dakwah Ar Risalah Hidayatullah Mamuju ini akan terdapat fasilitas layanan ummat seperti perpustakaan, guest house, kantor konsultasi syariah dan parenting, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), meeting room, dan ruang konvensional lainnya.

Masjid yang dibangun bergandengan dengan posisi Masjid Nurul Ilmi Pesantren Hidayatullah Mamuju itu menelan anggaran Rp. 1.247.000.000, pengerjaan pondasi dan tiang dimulai sejak sebulan lalu.

Ketua panitia pembangunan Drs. Abu Bakar Muis menjelaskan, pembangunan masjid dan gedung dakwah ini dilatari oleh selalu membludaknya jamaah sementara daya tampung masjid terbatas terutama pada hari Jumat.

Bahkan sebagian jamaah yang datang terlambat pada hari Jum’at terpaksa harus pulang mencari masjid lain. Biasanya, jika masjid kampus sudah penuh maka jamaah yang tidak tertampung segera menuju masjid lain yang ada di komplek pasar regional Mamuju yang berjarak sekitar 200 meter dari Pesantren Hidayatullah.

Kata Muis, selain ukurannya yang hanya 49 meter persegi, masjid Nurul Ilmi yang dimanfaatkan sekarang ini dibangun sejak tahun awal tahun 1994. Pada masa itu, terangnya, wilayah perintisan Hidayatullah Mamuju itu masih sangat sepi dari penduduk sehingga masjid pun terasa sangat luas.

Selain itu, ketidakcukupan kapasitas masjid karena membludaknya jamaah dipicu juga dengan meningkatnya jumlah penduduk di Jalan Abdul Syakur yang kini menjadi kawasan Pasar Regional Mamuju.

“Pembangunan masjid yang sekaligus sebagai Gedung Dakwah Ar-Risalah ini merupakan jawaban atas masalah keumatan di Mamuju. Diharapkan di masjid ini nantinya umat Islam bisa lebih nyaman beribadah dan menjadi wadah kajian keislaman,” terang Abu Bakar Muis.

Di sela-sela acara Tabligh Akbar pada Selasa (5/11) lalu, pihak panitia yang diwakili pembina Hidayatullah Mamuju H. Hajrul Malik, S.Ag. melelang pembangunan masjid dimulai dari pengadaan tiang beton, setiap tiangnya senilai Rp. 7.340.000.

Dari sekitar 500 jamaah tabligh akbar yang hadir terlelanglah enam buah tiang senilai Rp.44.040.000. Selain itu ada juga peserta dari wali murid TK dan SD Integral Al-Furqon yang bersedekah di luar perhitungan lelang dengan jumlah Rp. 3.000.000.

Kondisi masjid Nurul Ilmi, masjid lama yang masih digunakan untuk beraktifitas warga dan santri, saat ini semua sisi berandanya sudah dibongkar untuk pembuatan lubang pancang tiang. Sebanyak 20 lubang dengan kedalaman 2 meter lebih sudah menganga di sekitar masjid.

Akhirnya kondisi kampus yang luas kurang lebih 1.5 hektar nampak sesak dengan adanya pagar safety di lingkungan masjid Nurul Ilmi ini.

“Adanya pagar ini lebih menjamin keamanannya kepada murid-murid TK dan SD di pagi hari” imbuh Drs. Muhammad Naim ketua 1 pembangunan masjid.

Lebih jauh, Hajrul Malik yang juga anggota dewan di Kabupaten Mamuju ini memberikan harapan, kalau pihaknya dalam pengelolaan anggaran bantuan sarana ibadah akan ia prioritaskan hingga 100 juta rupiah.

Pembangunan masjid Ar-Risalah yang juga berfungsi sebagai Gedung Dakwah di Sulawesi Barat sebagaimana rencana panitia, diperkirakan selesai pengerjaannya di awal Muharram tahun depan mendatang.

Laporan wartawan Hidayatullah.or.Id di Sulawesi Barat, Muhammad Bashori

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.