Mahasiswa UIN SUKA Teliti Strategi Pemberdayaan Santri Hidayatullah Sleman

Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

HIDORID — Peran Hidayatullah dalam mengentaskan berbagai persoalan bangsa khususnya masalah sosial kemasyarakatan kian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sehingga tak jarang lembaga-lembaga yang berada di bawah pengelolaan ormas Islam ini menjadi objek penelitian ilmiah di perguruan tinggi.

Kali ini yang menjadi objek penelitian akademik adalah Pesantren Hidayatullah Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) bernama Rizqi Respati Suci Megarani yang mengkaji secara ilmiah strategi pemberdayaan santri di Pesantren Hidayatullah Sleman.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Hidayatullah dalam rangka meningkatkan potensi-potensi yang dimiliki oleh santrinya. Sekaligus untuk mengetahui hasil-hasil yang telah dicapai oleh Pondok Pesantren Hidayatullah dalam menerapkan strategi pemberdayaan santrinya tersebut.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil lokasi di Pondok Pesantren Hidayatullah Donoharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam yang terdiri dari wawancara berencana (standarized interview) dan wawancara tak berencana (unstandarized interview), pengamatan (observasi), catatan lapangan dan dokumentasi.

Dalam penelitiannya, mahasiswa UIN suka mengaku menggunakan pola pikir induktif yaitu berangkat dari fakta-fakta yang khusus, peristiwa yang konkrit, kemudian dari fakta-fakta yang khusus dan peristiwa yang konkrit ditarik generalisasi-generalisasi yang bersifat umum.

Dalam penelitiannya peneliti memetakan pesantren menjadi dua macam, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. Sistem pendidikan pesantren tradisional sering disebut sistem salafi. Yaitu sistem yang tetap mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai inti pendidikan di pesantren.

Sementara pondok pesantren modern merupakan sistem pendidikan yang berusaha mengintegrasikan secara penuh sistem tradisional dan sistem sekolah formal seperti madrasah.

Dengan demikian pesantren modern merupakan pendidikan pesantren yang diperbaharui atau dimodernkan pada segi-segi tertentu untuk disesuaikan dengan sistem sekolah.

Peneliti penyimpulkan bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah merupakan salah satu pondok pesantren yang menggunakan model pendidikan pesantren modern. Program pendidikan yang diberikan meliputi kurikulum pendidikan formal (sistem sekolah), informal (pendidikan keagamaan / sistem pengasramaan) dan non formal (ketrampilanketrampilan hidup).

Perpaduan tiga kurikulum pendidikan tersebut bertujuan agar generasi muda bangsa (para santri) mampu menghadapi tantangan arus globalisasi. Mereka dibekali bermacam disiplin ilmu keagamaan, pengetahuan umum dan ketrampilan

Selain dari UIN SUKA, sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi juga telah melakukan penelitian di berbagai Pondok Pesantren Hidayatullah di Indonesia. Diantaranya akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Universitas Ibn Khaldun, dan lain-lain. (dig/ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.