Standarisasi dan Sentralisasi untuk Menjaga Kultur Organisasi

Rakornas Hidayatullah 2014 di Gedung Pusdiklat Hidayatullah Depok

Rakornas Hidayatullah 2014 di Gedung Pusdiklat Hidayatullah Depok

Hidayatullah.or.id — Musyawarah atau syura’ dan sistem komando merupakan kultur yang berkembang di ormas Hidayatullah. Budaya tersebut harus dijaga dan dipertahankan dengan membangun konsep organisasi yang terstandarisasi serta terpusat (sentralisasi).

Demikian dikatakan Sekjen Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Ir Abu A’la Abdullah, di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Hidayatullah 2014 di komplek Kampus Terpadu Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, ditulis Senin (20/01/2013).

Rakornas Hidayatullah 2014 tersebut mengangkat tema besar Revitalisasi Organisasi Menuju Standarisasi dan Sentralisasi. Abdullah menjelaskan tema itu sengaja diangkat karena melihat dinamika yang ada.

Ia menjelaskan, bahwasanya kita selama ini mempraktikkan, atau kesusupan cara cara demokrasi. Sehingga dianggap mempengaruhi kewibawaan organisasi yang menjadi luntur. Karena di sana banyak sekali pertengkaran pendapat dan bisa jadi membuat kita melemah.

“Banyak benturan yang muncul karena terlalu banyak perbedaan-perbedaan yang ditolelir oleh sistem demokrasi,” kata Abu A’la Abdullah ditemui media ini di lokasi acara beberapa waktu lalu.

Pola standarisasi dan sentralisasi Hidayatullah menurut Abdullah adalah penerapan sistem manajemen tersentral. Dengan adanya standar dan pola yang terpusat, roda organisasi bisa berjalan efektif.

“Faktanya bahwa Indonesia dengan semakin menjunjung tinggi demokrasi justru tidak menunjukkan sebuah kinerja sistem kemasyarakatan atau ketatanegaraan yang membuat bangsa semakin berwibawa di tingkat dunia,” tukas dia.

Dalam sistem manajemen organisasi yang tersentralisasi, semua bidang, departemen, dan lini dalam lingkup organisasi nanti memiliki ukuran sendiri. Maka perlukan sebuah standarisasi. Standar itu, kata Abdullah, adalah bagaimana target bersama, mekanisme bersama, dan bagaimana tekhnik kontrol yang dijalankan bersama-sama.

“Manajemen juga harus meningkat kapasitasnya. Sebab itu sentralisasi membutuhkan standarisasi supaya sentralisasi itu tidak menyimpang ke mana mana,” kata dia.

Standarisasi adalah sebagai alat ukur dalam organisasi. Di dalamnya menjabarkan sentralisasi dalam sebuah paradigma konsep ideologi maupun standar standar operasi, pungkasnya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.