Jaga Soliditas dan Buang Kejenuhan, Mushida Tarakan Gelar Outbond

Peserta lomba mencari ikan

Peserta lomba mencari ikan

Hidayatullah.or.id — Muslimat Hidayatullah (Mushida) di Kampus 1 Pondok Pesantren Hidayatullah yang terletak di Jalan Kuburan Cina, Gunung Lingkas, Tarakan Tengah, Kalimantan Utara, mengadakan kegiatan silaturrahim dan outbond, Selasa (14/1/2014).

Acara itu dimulai sekitar pukul 09.30 Wita, yang dirangkaikan dengan acara tukar kado agar bisa mengaplikasikan salah satu hadits Rasulullah, ‘tahadau tahabbuh’ yang artinya, “salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling menyayangi untuk menyenangkan teman”. Peserta kegiatan ini berusia 18 tahun hingga 70 tahun.

Jenis kegiatan permainan outbond yang digelar antara lain, melewati jembatan shirath, melewati jaringan laba-laba, berjalan di jalan zig-zag sambil menutup mata sambil mendengarkan aba-aba, mengisi pipa bocor dengan air, memindahkan karet dari pipet satu ke pipet yang lain yang bertujuan untuk melatih kekompakan dan kesabaran.

Juga ada kegiatan fun gaming dengan memindahkan kelereng dari sendok satu ke sendok yang lain, mengisi air di botol dengan menggunakan spon, telur digelindingkan di atas bambu yang dibelah dengan cara berantai, dan berjalan di batas bata. Agar terkesan lebih seru, berjalan di atas bata diberi istilah Sidratul Muntaha. Juga ada kegiatan berlomba lari mengambil hadiah di atas tambak di lokasi kampus.

Ketua Mushida Tarakan, Munawwaroh SPdI mengatakan, tujuan outbond kali ini antara lain untuk menjalin ukhuwah serta bagaimana seseorang itu mampu berkolaborasi dengan orang lain atau adanya kerjasama antar anggota.

“Juga untuk keluar dari rutinitas yang monoton untuk menghindari kejenuhan yang sering menyerang siapa saja, dan menambah wawasan anggota Muslimah Hidayatullah untuk berkreasi,” kata Munawwaroh dalam rilisnya diterima Hidayatullah.or.id, Selasa.

Munawwaroh menjelaskan, kegiatan seperti ini tidak hanya belajar tapi sebagai pembelajaran dan di setiap game ada nilai yang ditanamkan pada peserta, seperti meniti jembatan yang dilabeli “sirothul mustakim” yang bertujuan menguji kesabaran, kecerdasan, keuletan dan ketekunan agar memahami apa yang selama ini kita baca dalam halaqoh.

Salah satu peserta outbond, Hj Siti Hajjar, berusia 70 tahun, mengaku sangat berkesan dengan kegiatan ini. Katanya, kegiatan ini dapat lebih mengingatkan dirinya bahwa di dunia, kita hidup hanya sementara dan wajib terus memperbaiki serta menjalankan perintah Allah.

“Sesungguhnya apa yang kita miliki saat ini, suatu saat akan kembali kepada-Nya,” terangnya.

Melengkapi kegiatan yang berlangsung semarak ini, Bendahara Muslimat Hidayatullah Tarakan, Hafsoh mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan keislaman, selain rutinitas seperti hafalan hadist dan surah.

“Mudah-mudahan Muslimah Hidayatullah lebih semangat lagi ikut dalam halaqoh dan menarik teman-teman dalam kegiatan keislaman yang harus kita dalami terus, sebelum meninggalkan dunia ini,” urainya.

Jika ada yang ingin bergabung dengan kegiatan indoor dan outdorr Muslimat Hidayatullah tarakan, bisa menghubungi nomor ponsel 081350068669 atau 08125478178. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.