Hidayatullah Bukan Gerakan Radikalisme dan Kontra Negara!

umat Islam / IST

umat Islam / IST

Hidayatullah.or.id — Sekitar satu dasawarsa lalu nama Hidayatullah sempat mencuat secara nasional hanya karena pemberitaan miring media. Tanpa verifikasi dan upaya validasi, media mengaitkan-ngaitkan Hidayatullah dengan gerakan radikalisme.

Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang terpengaruh dengan asumsi sumir tersebut. Termasuk adanya tudingan Hidayatullah sebagai gerakan kontra negara.

“Tuduhan seperti itu sama sekali tidak benar dan tidak berdasar,” tegas Ketua Pimpinan Pusat Hidayatullah, Ir Ahkam Sumadiana, di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2014 dan Leadership Training Hidayatullah di Kota Depok, Jawa Barat, ditulis Rabu (22/01/2014).

Hidayatullah itu mengikuti pemahaman siapa, itu yang harus dipahami. Ahkam menjelaskan Hidayatullah mengikuti pemahaman Salaf. Salaf itu sendiri masuk dalam lingkup Ahlus Sunnah Waljamaah atau Sunni. Pemahaman Hidayatullah adalah Ahlus Sunnah. Sementara pemahaman Ahlus Sunnah itu, tegas Ahkam, tidak menempatkan sistem berbenturan dengan sistem.

“Metodologi Hidayatullah seperti petani. Kita fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan). Misi kita menegakkan syariah Islam sembari semua orang diajak dengan dakwah. Kalau ada yang bertanya, sampai kapan berdakwah, ya sampai menerima syariat Islam. Bahkan negara ini,” kata beliau.

Lebih lanjut kata Ahkam, Hidayatullah bersikap dengan negara itu dalam rangka mendakwahi, baik secara strukrural maupun secara personal. Itulah peran Hidayatullah dalam membangun umat dan bangsa dengan mainstream pendidikan dan dakwah.

Ulama-ulama klasik pun menempuh hal serupa terhadap negara dan umat di sekitarnya, mereka mendakwahi dengan penuh kesantunan sampai terwujud tataran hidup yang Islami. Maka kalau ada stigma Hidayatullah sebagai gerakan subversif melawan negara, itu sama sekali tidak berdasar, tegas dia.

“Garis besar haluan organisasi Hidayatullah adalah dakwah dengan metode manhaj nubuwwah yang direfleksikan dengan Sistematika nuzulnya wahyu (SNW) yang juga menjadi pemahaman salaf,” terang Ahkam.

Ahkam menerangkan bahwa semua orang di dunia wajib didakwahi dan dakwah Hidayatulkah sendiri itu dilakukan secara bertahap. Dakwah Hidayatullah untuk sekarang ini menurut dia baru dominan ke internal. Internal itu, jika mengacu pada manhaj SNW, orang Hidayatullah harus memperbaiki ilmunya dulu, memperbaiki kafaah, dan itu prosesnya panjang itu.

“Setelah ilmunya punya, pemahamannya jadi, baru al Qolam itu pelaksanaan Qur’an, Quranisasi,” tandasnya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.