Anggota Hidayatullah Harus Aktif Ajarkan Grand MBA

DSC_0242[1]

Ust Agung Tranajaya, Lc, M.Psi

Hidayatullah.or.id — Pembina Program Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA) Pusat, Agung Tranajaya, Lc, M.Psi, mengatakan jamaah dan kader Hidayatullah harus belajar metode Grand MBA dan mengajarkannya kepada masyarakat.

“Ini harus, karena orang Hidayatullah yang tidak mengajar ngaji berarti bukan kader. Pengkaderan yang dilalui santri mulai fase yatim (berasrama) sampai berkhadijah (menikah) akan percuma kalau dia tidak bisa ngaji dan mengajarkan,” kata Ustadz Agung ditemui media ini di kantornya di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kader Hidayatullah harus bisa mengaji dan mengajarkannya. Sebab, tegas Agung, itulah tujuan utama pola kaderisasi Hidayatullah dilakukan yakni bagaimana mendakwahkan Al Qur’an kepada segenap manusia.

Agung menjelaskan, Grand MBA adalah sistem atau metode pembelajaran Al Qur’an yang mengajak kaum Muslimin untuk lebih akrab dengan Qur’an dan lebih merasakan nikmat mempelajarinya.

Ada 3 (tiga) paket utama yang ditawarkan Grand MBA. Pertama, paket cara cepat membaca Al Qur’an metode 8 jam. Paket pertama ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sama sekali belum mengenal huruf Arab. Paket ini dapat diselesaikan dalam 8 kali pertemuan dengan durasi setiap pertemuan 1 jam.

Paket kedua, bimbingan tahsin dan tadwid. Paket ini merupakan kelanjutan dari paket baca atau dapat juga diikuti oleh mereka yang sudah bisa membaca Al Qur’an, namun masih memiliki kesulitan dalam melafadzkan huruf huruf hijaiyah. Paket ini juga disarankan bagi mereka yang masih kesulitan dalam menerapkan kaidah kaidah tajwid mengingat huruf huruf hijaiyah memiliki karakteristik pengucapan yang sama sekali berbeda dengan huruf huruf Indonesia.
Paket ketiga, adalah paket terjemah. Pada paket ini peserta diantar untuk menggali pemahaman yang dalam tentang al Qur’an. Setiap kata diuraikan dari makna dan tata bahasanya. Paket ini tidak hanya membahas al Qur’an dari sisi tata bahasanya saja namun juga dilengkapi dengan pembahasan tafsir dan tadabbur.

“Semua kader harus mempelajari ini dan mulai mengajarkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Majelis Taklim Hidayatullah yang dibuka bekerjsama dengan masjid-masjid atau mushallah di setiap wilayah,” pungkasnya.

Hiadyatullah.or.id kembali akan menurunkan laporan secara berseri terkait dengan gagasan-gagasan Grand MBA, pola, dan rencana program di tahun 2014 ini, bersama dengan narasumber pembina Grand MBA Pusat Agung Tranajaya, Lc, M.Psi. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.