Walikota Depok Serukan Tegakkan Peradaban Islam dengan Akhlak Mulia

Walikota Depok Nurmahmudi Ismail membuka acara training Posdai

Walikota Depok Nurmahmudi Ismail membuka acara training Posdai

Hidayatullah.or.id — Persaudaraan Dai Nusantara (POSDAI) Hidayatullah menggelar kegiatan pelatihan kepemimpinan dan motivasi untuk pemuda-pemudi se-Jabodetabek selama 2 hari di Gedung Pusdiklat Komplek Ponpes Hidayatullah Depok, Sabtu-Ahad (25-26/01/2014).

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan pemuda dari unsur remaja masjid dan mahasiswa dari di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Acara yang bertajuk “Meraih Bahagia Hakiki” ini menghadirkan trainer andal dari tim Super Live Revolution (SLR) sehingga membuat peserta tampak mengikuti acara dengan seksama.

Sementara itu, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail yang hadir membuka acara ini, berpesan kepada peserta untuk membangun peradaban Islam pertama-tama dengan akhlak mulia.

Untuk membangun peradaban Islam, kata dia, harus diidentifikasi berbagai unsur, problema, serta tantangan yang dihadapi. Ketiga hal ini berlaku bagi umat Islam di Indonesia, di antaranya terkait masalah kejujuran. Misalnya budaya menyontek yang masih subur di dunia pendidikan.

Menurut Nur Mahmudi, membicarakan masalah jujur itu penting. Namun, mengaplikasikan kejujuran dalam keseharian itu tidak mudah. Ambil contoh saat ujian di sekolah atau perguruan tinggi (PT), selalu ada peserta didik yang menyontek.

“Mengimplementasikan akan sekolahan kita tidak akan ada satu pun murid yang tidak nyontek, untuk mewujudkan di tempat perkuliahan kita tidak ada satu pun mahasiswa yang tidak nyontek, (itu) tidak gampang,” ujarnya di depan 40-an mahasiswa-mahasiswi dari berbagai PT se-Jabodebek.

Di tengah penyampaiannya pada acara gelaran Pos Dai Hidayatullah itu, Nur Mahmudi bertanya kepada sebagian peserta, apakah di PT mereka ada mahasiswa yang menyontek? Semua yang ditanya mengiyakan.

Nur Mahmudi mengatakan, Islam membangun dan mewarnai peradaban dunia hingga sekitar tahun 1900. Setelah itu, perlahan-lahan mengalami penurunan dalam berbagai aspek. Kini saatnya umat Islam khususnya di Indonesia berkompetensi membangun kembali tatanan peradaban yang benar.

Berbagai unsur dalam peradaban saat ini lebih banyak diperbincangkan. Namun, menurutnya, letak problemnya bagaimana menarik masyarakat untuk mengamalkan hal itu.

Inilah yang menjadi tantangan, lanjutnya, apakah kaum Muslimin di Indonesia ini juga akan menjadi salah satu pionir pembangunan peradaban. (Skr aljihad)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.