Sentralisasi untuk Teladani Kiprah Pendahulu

Rakerwil PW Hidayatullah Jawa Barat / HAJ

Rakerwil PW Hidayatullah Jawa Barat / HAJ

Hidayatullah.or.id — Hidayatullah terus bertumbuh sebagai organisasi dakwah karena pendirinya meneladani model kepemimpinan Rasulullah yang terpusat tanpa melupakan aspek-aspek mendasar lainnya. Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Naspi Arsyad, saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Barat, belum lama ini.

Naspi menjelaskan, tema Rakerwil Hidayatullah Jawa Barat yaitu “Revitalisasi Organisasi Menuju Standarisasi dan Sentralisasi”, sesungguhnya mengandung makna upaya revitalisasi untuk mengembalikan semangat Hidayatullah sebagai Harakah Al Jihadiyah Al Islamiyah.

“Sejak awal Hidayatullah memiliki gerakan konsep kepemimpinan imamah dan jama’ah, berdasarkan metodologi manhaj gerakan dakwah dengan Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) yaitu suatu manhaj yang mengikuti dan meneladani kesuksesan dakwah Rasulullah sebagai utusan Allah yang berhasil membangun peradaban Islam di Madinah,” kata Ustadz Naspi yang beberapa saat lalu terpilih menjadi ketua umum Syabab Hidayatullah.

Agenda tahunan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Barat berlangsung penuh khidmat diadakan pada hari Sabtu – Ahad, 22-23 Februari 2014, diikuti oleh 36 orang perwakilan dari PD, PW, MPW, dan Syabab Hidayatullah. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Gedung Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) di Jl. Burangrang no. 17-19 Kota Bandung.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Hidayatullah Jawa Barat, Nanang Hanani, MA, yang hadir saat acara sedang berlangsung menyatakan rasa syukurnya bisa tetap istiqomah dan berjuang di Hidayatullah yang telah banyak memberikan manfaat dan kenikmatan dalam berIslam.

Nanang mengaku, sebelum ia memutuskan bergabung dengan kegiatan Hidayatullah, hidupnya tidak terarah bahkan dikatakan sebagai anak nakal yang hobinya berkelahi saja.

Mengomentari tema kegiatan Rakerwil menuju standarisasi dan sentralisasi, kata Nanang inilah sejatinya konsep gerakan yang tepat untuk ditempuh sehingga akan tumbuh semangat baru yang saling memotivasi di mana satu pihak tidak merasa superior dan pihak lainnya merasa inferior dalam berlembaga karena semua potensi diakomodir.

Dipenghujung acara, inisiatif datang dari sekretaris PW Hidayatullah Jabar yang mengimbau peserta Raker untuk melakukan penggalangan dana untuk pengobatan salah seorang dai yang tidak bisa hadir dalam acara tersebut.

Ia menyampaikan kepedulian harus terus diasah dimanapun dan kapanpun, terlebih lagi saat kita mendengar dan menyaksikan saudara Muslim kita seperjuangan terbaring tidak berdaya dengan ujian sakit yang menimpanya.

Orang yang dimaksud adalah Ustadz Nur Khotib yang juga seorang da’i yang ditugaskan merintis Hidayatullah Tasikmalaya telah lama mendapat ujian sakit. Sekarang ini ia sedang membutuhkan motivasi dan perhatian dari terlebih beliau sebagai kepala keluarga dan masih memiliki beban serta tanggung jawab dalam mengurusi amanah di lembaga sebagai pengurus Yayasan Al Alaq-Hidayatullah Tasikmalaya dan anggota Majelis Pertimbanngan Wilayah (MPW) Hidayatullah Jawa Barat.

Alhamdulillah lelang amal untuk bantuan pengobatan Ustadz Noer Khotib dari peserta Rakerwil terkumpul dan langsung diserahkan melalui ketua PD Hidayatullah Tasikmalaya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.