Menyiapkan Generasi Siap Tandang ke Gelanggang

Asisten II Bupati Mamuju Tengah Drs. Eman Hermawan, hadi membuka acara ini / BASHORI

Asisten II Bupati Mamuju Tengah Drs. Eman Hermawan, hadi membuka acara ini / BASHORI

Ketua PP Hidayatullah, Shohibul Anwar, hadir di Sulbar dalam rangka mengisi workshop parenting / BASHORI

Ketua PP Hidayatullah, Shohibul Anwar, hadir di Sulbar dalam rangka mengisi workshop parenting / BASHORI

Hidayatullah.or.id — Bimbing dan ajarkanlah anak-anak kita hari ini untuk bisa menghadapi keadaan yang tak serupa dengan keadaan saat ini. Ini mendesak dilakukan dan menjadi sebuah keharusan karena generasi hari ini akan hidup pada suatu zaman yang tidak seperti zaman kita hari ini.

Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah Drs. Shohibul Anwar, MHI mengawali materinya dengan merepresenasti perkataan sahabat Nabi Muhammad SAW, Ali bin Abi Thalib.

“Kita dulu waktu masih kecil tidak pernah dikenalkan tentang internet oleh orangtua kita, tetapi karena dalam mendidik mereka menguatkan muatan agama maka kita bisa mengendalikan internet untuk kebaikan,” kata Anwar.

Terlebih dalam kode etik jurnalistik, meski benar dalam pemberitaan kasus-kasus kriminal atau asusila, informasi tersebut memiliki dampak negatif bagi penonton yang tidak memiliki filter. Sehingga, kata Anwar, anak-anak belia kita hari ini perlu dihindari melihat adegan kekerasan dan serupa dengannya dengan membatasi terpapar dengan saluran televisi.

“Kejadian-kejadian buruk akan menjadi santapan berita dan akan mengajari anak –anak kita sendiri. Orangtua harus berkorban memberikan waktu dan perhatian kepada mereka,” terang pemateri tunggl ini.

Anwar menegaskan, sesibuk apapun kita harus memberikan perhatian kepada mereka (anak-anak, red).

Bertempat di masjid Al-Maulana di bilangan Benteng Kayu Mangiwang Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah, workshop parenting yang dihadiri puluhan peserta ini berlangsung hangat.

Menurut Ahmad Nur Fadli, S.Pd.I ketua panitia yang juga kepala departemen pendidikan di Hidayatullah Mamuju Tengah ini, acara yang baru pertama kali ada di kabupaten ini sangat diminati. Sebagaimana latar belakang diadakannya acara ini banyaknya pertanyaan majelis taklim seputar kepengasuhan anak.

“Jamaah di beberapa kecamatan dan desa banyak menanyakan tentang kepengasuhan anak yang Islami meski materi yang disampaikan sedang membahas aqidah dan yang lainnya,” papar Muhammad Bashori menguatkan ketua panitia dalam sambutannya.

Bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Mamuju Tengah, workshop parenting untuk pertama kalinya diadakan ini mendapatkan respon baik.

Hanya saja waktu pelaksanaannya bukan pada hari libur, praktis para pegiat pendidikan anak khususnya lembaga formal di sekolah-sekolah menyayangkan karena tidak bisa hadir mengikutinya.

Beruntung bagi peserta asal kecamatan Karossa, meski latar belakang kesibukan yang berbeda mereka berhasil menyewa bus sekolah. Dengan menghabiskan perjalanan selama hampir dua jam dan banyaknya tikungan di jalur pegunungannya bisa mengaduk-aduk isi perut.

“Materinya bagus sekali, persis seperti yang dibutuhkan para pendidik anak,” ungkap Parti ketua rombongan Majelis Taklim Karossa, puas.

Sementara itu, menyikapi kejadian percobaan bunuh diri delapan kasus dan enam kasus tidak tertolong lagi oleh usia kanak-kanak di wilayah Mamuju, sebagaimana penyampaian Asisten II Drs. Eman Hermawan dalam sambutan pembukaan.

Mewakili Bupati Mamuju Tengah, Drs. Eman Hemawan menjelaskan pentingnya anak-anak dipilhkan sekolah yang mampu mengantar kepada pemahaman agamanya yang benar.

“Yang terpenting supaya anak memiliki pemahaman Islam yang baik selain bisa sekolah di sekolah-sekolah Islam,” tandasnya. (bash/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.