Telah 18 Tahun, Hidayatullah Bali Komitmen Mengabdi

Salah satu kegiatan "Pernikahan Mubarak" santri Ponpes Hidayatullah Bali / AMROZI

Salah satu kegiatan “Pernikahan Mubarak” santri Ponpes Hidayatullah Bali / AMROZI

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah yang telah menjadi organisasi massa (ormas) Islam selalu berkomitmen untuk melakukan pembinaan umat melalui dakwah serta pemberdayaan melalui pendidikan dan amal sosial. Kiprah itu tak terkecuali telah digalakkan di Provinsi Bali di mana lembaga ini telah hadir di sana sejak belasan tahun lalu.

Hidayatullah melalui Yayasan Al-Islam Pesantren Hidayatullah Bali sekarang telah memasuki usia 18 tahun. Tentu saja ini adalah usia matang dengan berbagai tantangan dan ujian yang selama ini dihadapi. Apalagi lembaga ini dirintis dengan bermodalkan tekad dan keyakinan yang kuat dari para perintisnya.

Secara legalitas lembaga ini telah terdaftar pada Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Denpasar Nomor:460/033/Dinkessos dan di Dinas Sosial Provinsi Nomor: 466.3/ 46/ DAYASOS/ DINSOS/ 2009 dan juga mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor:AHU – 2131.AH.01.02.Tahun 2008.

Yayasan Hidayatullah Bali sekarang yang berkantor di Jalan Raya Pemogan No. 54 Kampung Islam Kepaon, Pemogan, Denpasar, memiliki asset tanah seluas 2300M persegi yang sebagian besar berada di Jalan Pemogan Gang Taman 20X, Banjar Sakah. Aset-aset itu berupa gedung asrama santri pondok, Gedung MI Hidayatullah, Gedung MTs Hidayatullah dan Gedung Madrasah Aliyah Hidayatullah.

Kegiatan yang telah ada adalah Taman Kanak-Kanak / Raudhotul Atfal (RA), Madrasah Ibtida’iyah Hidayatullah (MI) setingkat SD, Madrasah Tsanawiah (MTS) setingkat SLTP dan Madrasah Aliyah ((MA) setingkat SMA. Saat ini tercatat 900 siswa dan siswi yang belajar di Pendidikan Hidayatullah.

Sementara jumlah tenaga guru 50 orang semua, tenaga pegawai atau non kependidikan 8 orang. Sedangkan pendidikan non formal yakni kepesantrenan saat ini ada santri sebanyak 80 anak yang tinggal di dalam asrama Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar, Bali, Ustadz Fery Indarto, menjelaskan kegiatan sosial yang dilakukan oleh lembaganya adalah dengan menyantuni biaya hidup bagi anak –anak yatim piatu dan terlantar di asrama pondok. Program ini sudah berjalan sejak awal lembaga ini berdiri.

“Kebetulan mereka baik konsumsi, pendidikan, dan kesehatan menjadi tanggungan dari lembaga ini. Program penyantuna ini juga sedang di kembangkan ke daerah– daerah,” kata Fery.

Adapun di antaranya program santunan sistem berasrama yang telah berdiri di Bali yakni Yayasan Al-Islam Hidayatullah Cabang Karangasem, Ds Kecicang, Kec Bebandem, menyantuni sebanyak 30 anak asuh, 10 anak tinggal di asrama, 20 anak tinggal di luar asrama. Ada juga Yayasan Al-Islam Hidayatullah Cabang Badung dan Yayasan Al-Islam Hidayatullah Cabang Tabanan dengan mengasuh dan mendidik sejumlah anak asuh serta Yayasan Al-Islam Hidayatullah Cabang Buleleng menyantuni 5 anak asuh.

Kegiatan Dakwah yang telah dilakukan adalah pembinaan bagi kaum muslimin dan muslimat termasuk para muamalat dalam majelis – majelis pengajian. Khususnya dengan program membaca dan menterjemahkan kitab suci Al-Qur’an.

“Alhamdulilah program ini telah mendapat sambutan positif dari jamaah, khususnya di masjid–masjid Kota Denpasar,” imbuh Ustadz Fery.

Ia menjelaskan, sumber pendanaan yayasan dalam mencukupi kebutuhan operasional berupaya akan terus berusaha melalui program ekonomi mandiri yaitu dengan adanya koperasi yang melayani dan menyediakan kebutuhan para jamaah pengajian pada khususnya dan kaum muslimin pada umumnya.

“Walaupun sampai saat sekarang ini sebagian besar pendanaan untuk kegiatan dakwah dan pembinaan lembaga masih ditopang dari SPP wali murid, donator dan simpatisan,” ujarnya. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.