Ponpes Hidayatullah Diharap Hadir di Desa Botodayaan

Kepala Desa Botodayaan, Wasijo, S.Ag, saat menyampaikan sambutan / DOC. HIO

Kepala Desa Botodayaan, Wasijo, S.Ag, saat menyampaikan sambutan / DOC. HIO

Ustadz Wasiran, ketua DPD Hidayatullah Gunungkidul, menyampaikan sambutan / DOC. HIO

Ustadz Wasiran, ketua DPD Hidayatullah Gunungkidul, menyampaikan sambutan / DOC. HIO

Hidayatullah.or.id — Bertempat di Masjid Al-Muttaqin, Dusun Kembang, Botodayaan Rongkop, Gunungkidul, tengah bulan April (17-18/04/2014) lalu dilaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pimpinan Daerah Hidayatullah Gunungkidul.

Dalam Rakerda PD Hidayatullah Gunungkidul ini menelurkan sejumlah rekomendasi untuk program kerja 2014-2015 diantaranya yaitu akan mengintensifkan Kampus Hidayatullah Baleharjo sebagai pusat pendidikan terintegrasi sekaligus menjadi sekertariat dan asrama Pelajar Islam Yayasan Al-Amin Hidayatullah Gunungkidul.

Ketua Pimpinan Daerah Hidayatullah Gunungkidul Ustadz Muhammad Wasiran, mengatakan pihaknya juga memproyeksikan dapat menambah santri pelajar di pondok Baleharjo yang saat ini memang masih belum mencapai puluhan karena menyesuaikan dengan sejumlah keterbatasan untuk dapat menampung lebih banyak santri.

Karena terbilang masih masa pengembangan, Wasiran menerengkan pihaknya akan memaksimalkan pertemuan pengurus setiap bulannya dengan koordinasi dan halaqoh dakwah serta terus mengintemsifkan kegiatan kajian santri pelajar di Baleharjo dengan metode SNW.

“Kami juga menerbitkan tuntunan ibadah praktis persiapan menghadapi bulan Ramadhan nanti dan akan disebarkan ke masjid-masjid binaan di Gunungkidul,” kata Wasiran ditulis Hidayatullah.or.id, Senin (28/04/2014).

Selain memberikan pelayanan keummatan seperti memenuhi ceramah agama dan pendidikan, pihaknya juga saat ini sedang memformat program untuk pengembangan ekonomi dalam rangka membantu pendanaan dana operasional dakwah yang saat ini sangat terbatas.

“Kita saat ini juga sedang membenahi asrama santri di Baleharjo dengan pengajuan proposal ke DPP Hidayatullah Pusat dan donatur yang tidak mengikat,” katanya.

Acara Rakerda dimulai dengan pengajian bersama jama’ah Al-Mutaqin dan sekitarnya dilanjutkan dengan aganeda Rakerda. Dalam pengajian tersebut selain jama’ah masjid Al-Mutaqin serta tokoh masyarakat juga dihadiri Kepala Desa Botodayaan, Wasijo, SAg.

Acara dimulai dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi oleh Saiful Prihatin dilanjutkan sepatah kata dari takmir masjid Al-Mutaqin, Purnito, dan sambutan Pimpinan DPD Hidayatullah Gunungkidul Ustadz Wasiran.

Kepala Desa Botodayaan Wasijo dalam sambutannya menyampaikan sekilas tentang hasil Pemili 2014 di Botodayakan yang kurang sesuai dengan harapan karena banyak pemilih yang memilih tanpa niatan karena Allah SWT tetapi sudah terpengaruhi oleh “amplop dan isinya“. Padahal terang dia, “penyuap dan yang di suap itu masuk neraka “.

Selain itu Wasijo juga menyampaikan kepada jama’ah bahwa visi dan misi Hidayatullah sama persis dengan visi dan misi pemerintah Desa Botodayaan yaitu membentuk masyarakat yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan kesamaan visi dan misi ini Wasijo minta agar setiap tahunya Hidayatullah mengadakan event pengajian di daerah Botodayaan.

“Syukur bila mau merintis Pondok Pesantren Hidayatullah di desa ini,” kata Wasijo penuh harap.

Setelah sambutan kepala desa Botodayaan dilanjutkan pengajian oleh Ustadz Ma’arif SAg dari Pondok Pesantren As-Sakinah Hidayatullah Balong Ngaglik Sleman Yogyakarta.

Dalam tausiyahnya Ma’arif menyampaikan tentang perlunya mempersiapakan diri menjelang kedatangan bulan Romadlon ini dengan berbagai hal positif agar ibadah kita di bulan Ramadhan bisa kita laksanakan semaksimal mungkin.
“Persiapan-persiapan yang perlu kita maksimalkan selain ilmu, maal (harta) juga kesehatan. Dengan ilmu kita akan banyak beramal sesuai tuntunan Rasulullah di bulan Rajab, Sya’ban, dan kemudian di bulan Ramadhan,” kata Ma’rif.

Ma’rif menjelaskan, dengan harta atau rezeki kita bisa memaksimalkan ibadah kita yang berwujud shodaqoh, zakat, infaq maupun kebutuhan kita dan keluarga selama bulan Ramadhan. Dengan persiapan kesehatan yang baik maka kita bisa memaksimalkan ibadah Shiyam, sholat Lail, taddaurs Al-qur’an semaksimal mungkin selama Ramadhan nanti.

Selesai pengajian dilanjutkan ramah tamah dengan tokoh masyarakat, pemerintah desa, pengurus DPD dan DPW Hidayatullah Yogyakarta, dan kemudian dilanjutkan RAKERDA dan masjid tersebut. (hio/ybh)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.