Hidayatullah Kabupaten Bone Terus Berfokus Pada Tiga Program Utama

Masjid sebagai pusat kegiatan warga di Komplek Pesantren Hidayatullah Bone / DOKPRI

Masjid sebagai pusat kegiatan warga di Komplek Pesantren Hidayatullah Bone / DOKPRI

Kantor Yayasan Al Fath Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bonse, Sulsel / DOKPRI

Kantor Yayasan Al Fath Pesantren Hidayatullah Kabupaten Bonse, Sulsel / DOKPRI

Hidayatullah.or.id — Hidayatullah yang hadir kali pertama di Kabupaten Bone pada tahun 1994, kini terus konsen memfokuskan kegiatannya pada tiga program utama. Bone sendiri adalah salah satu Daerah otonom di provinsi Sulawesi Selatan dengan nama ibukota Watampone.

Ketua Yayasan Al Fath Pondok Pesantren HIdayatullah Bone, Ismail Mukhtar, mengatakan pihaknya menjalankan tiga program utama yakni dakwah, pendidikan dan sosial.

Di bidang dakwah, kata Ismail, Yayasan Al Fath sejak awal terus mengembangkan misi dakwah dengan rutin menyebarkan dainya melakukan khutbah Jum’at, pengajian rutin majelis taklim baik pemerintah maupun swasta masyarakat kota bahkan sampai kepelosok desa.

Sementara di bidang pendidikan, sejak memasuki tahun ajaran 2007 dibuka pendidikan tingkat TK dan pada 2010 membukan jenjang pedidikan SD, MTs dan MA sekaligus.

“Alhamdulillah, telah semua berjalan dengan baik,” kata Ismail Mukhtar kepada media ini, Senin (05/05/2014).

Adapun di bidang sosial, Yayasan Al Fath Hidayatullah Bone menyelenggarakan lembaga sosial berupa Pusat Pendidikan Anak Soleh (PPAS) atau panti asuhan dan resmi terdaftar pada Dinas Sosial Kabupaten Bone.
PPAS ini bertanggung jawab atas kelangsungan anak binaannya mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Semua layananan yang diberikan kepada anak-anak asuh ini berupa pendidikan Islam, mental, dan konsumsi harian, ditanggung sepenuhnya oleh yayasan atas swadaya masyarakat.

Bone dengan wilayah yang sangat luas dan jumlah penduduk yang cukup besar menjadi pertimbangan mengapa yayasan dengan gerakan utama dakwah dan pendidikan ini hadir. Di samping jumlah lembaga pendidikan Islam dikawasan ini masih terbilang nihil, merambah ke wilayah berpenduduk mayoritas Bugis ini kian menambah spirit para pendiri untuk merambah melalui dakwah dan pendidikan serta sosial.

“Gerakan dakwah dan tarbiyah terus menerus dibangun oleh lembaga dimaksudkan untuk menguatkan ummat ini pada prinsip hidup berislam selain untuk membentengi dari budaya hidup sekuler,” kata Ismail.

Berdirinya Yayasan Al Fath Pondok Pesantren Hidayatullah adalah rintisan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan kawan kawan yang kala itu sebagai koordinator Pondok Pesantren Hidayatullah se Sulawesi yang selanjutnya menjadi Pembina utama lembaga ini.

Sementara untuk pertama kalinya menunjuk Abdul Salam sebagai pimpinan dibantu beberapa orang diantaranya Suriadi, Haji Gassing, Abdul Rahaman, Abdul Waris dan lain lain.

Bahkan tanah seluas kurang lebih kl 8000 M2 dan menjadi kampus utama yang terletak di Jl Sungai Musi Km 5 Panyula adalah merupakan wakaf Haji Gassing.
Lembaga ini dalam perjalannya telah mengalami pergantian pimpinan yaitu Abdul Salam (1994-1999), Abu Bakar (1999–2000), Suriadi (2000–2002), Munansar (2002 –2008) dan Ismail Mukhtar (2008–sekarang). (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.