Jangan Pernah Sepelekan Pendidikan Anak Usia Dini

pawai paud 01

Kegiatan main peran sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Aulad Hidayatullah, Balikpapan / MASYKUR

pawai paud 02

Para ustazah dengan telaten menampingi kegiatan main peran sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Aulad Hidayatullah, Balikpapan / MASYKUR

Hidayatullah.or.id — Suasana masih pagi di kampus Hidayatullah Gunung Tembak. Ketika puluhan kendaraan tumpah menyesaki halaman sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Aulad Hidayatullah, Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Masing-masing murid tampak mengendarai sebuah kendaraan sepeda. Ada pula yang menarik kereta api atau mobil-mobilan. Sedianya pagi itu murid-murid PAUD menggelar pawai mengitari kampus Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan. Kali ini PAUD mengusung tema pawai “Mengenal Sarana Transportasi”.

Untuk diketahui, kegiatan pawai tersebut adalah agenda rutin PAUD yang bersifat rihlah alamiyah. Selain menyusuri perumahan warga yang bermukim di lokasi pesantren, biasanya murid-murid PAUD juga dipersilakan menikmati dari dekat keindahan danau yang tepat berada di jantung kompleks pesantren tersebut.

“Selain belajar di kelas, kami juga ingin murid-murid PAUD mampu menimba ilmu dari lingkungan sekitarnya.” Ujar Sulmiati Shaleh, seorang guru senior di PAUD Al-Aulad.

Meski terlihat sederhana, kegiatan-kegiatan outdoor seperti yang dilakukan Al-Aulad tersebut dipandang sebagai proses stimulasi efektif untuk pengembangan karakter dan potensi anak yang tak boleh dianggap sepele.

Pakar pendidikan anak menjelaskan bahwa fungsi main peran baik indoor maupun outdoor akan menunjukkan kemampuan berpikir anak yang lebih tinggi. Sebab anak mampu menahan pengalaman yang didapatnya melalui pancaindra dan menampilkannya kembali dalam bentuk perilaku berpurapura.

Main peran dalam kegiatan di luar ruang membolehkan anak memproyeksikan diri ke masa depan lalu menciptakan kembali ke masa lalu dan mengembangkan ketrampilan khayalan.

Meski digelar sekali setahun, namun ia tak mengurangi antusias murid-murid PAUD dalam mengikuti acara pawai “Sarana Transportasi” tersebut. Setidaknya hal itu terlihat dari usaha mereka menghias kendaraan masing-masing.

Bahkan, tak sedikit murid-murid PAUD yang menyulap kendaraan mereka berubah menjadi pesawat tempur, kereta api, atau mobil balap Formula Satu.
“Sebenarnya PAUD tidak pernah membebani apalagi mewajibkan murid-murid kami agar menghias kendaraan mereka,” terang Muliati, Kepala Sekolah PAUD al-Aulad. “Cuma biasanya murid-murid kami sangat senang mengikuti acara pawai ini,” imbuh Muliati semringah.

Selain kegiatan pawai, PAUD Al-Aulad juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bersifat sosial lainnya. Menjelang bulan Ramadhan ini misalnya, PAUD Al-Aulad sudah menyiapkan program bakti sosial. Yaitu pengumpulan dan pembekalan sembako kepada orang tua lanjut usia (lansia) dan janda tua yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah PAUD.

Berbeda dengan lembaga pendidikan pada umumnya, PAUD Al-Aulad punya metode tersendiri dalam membina murid-muridnya. Yaitu dengan cara melibatkan secara aktif orangtua/ wali murid dalam membina anak-ananya. Hal itu ditandai dengan adanya komitmen bersama dewan guru dan seluruh orangtua/ wali murid untuk sama-sama memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya.

Mujahadah ini ditempuh sebab tak sedikit orangtua murid yang menyekolahkan anaknya lalu merasa urusan pendidikan anaknya telah selesai di sekolah. Seolah-olah orangtua tak lagi punya kewajiban mendidik anak-anaknya di rumah.
Untuk itu di antara bentuk komitmen bersama tersebut, para orangtua/ wali murid wajib mengikuti kegiatan pencerahan parenting yang digelar sebulan sekali di Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Untuk kegiatan pencerahan parenting tersebut, biasanya PAUD Al-Aulad bekerja sama dengan Muslimah Hidayatullah (Mushida) dengan menghadirkan Zainuddin Musaddad, seorang pakar parenting dan tokoh masyarakat di Balikpapan.

“Kami bersyukur dengan adanya acara pencerahan parenting itu. Banyak ilmu yang kami dapatkan di sana,” ujar Fitriani (32), orangtua Sulaim, salah seorang murid PAUD.

Kini seiring perjalanan PAUD Al-Aulad mulai mendapatkan kepercayaan dalam membina anak usia dini (Play Group). Berdiri sejak tahun 2005, PAUD Al-Aulad telah menamatkan ratusan murid.

Untuk saat ini, bahkan murid-murid PAUD Al-Aulad tak lagi sebatas anak warga Pesantren Hidayatullah yang bermukim di kawasan Kampus Gunung Tembak. Tidak sedikit murid yang berasal dari masyarakat luar sekitar pesantren. Mereka rela antar jemput anak-anak mereka dengan satu harapan sederhana. Semoga anak-anak mereka menjadi generasi anak yang shalih dan shalihah. (Masykur)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.