Rakornas Dorong Penerapan Pendidikan Berbasis Tauhid

rakornas pendidikan hidayatullah surabaya 2 rakornas pendidikan hidayatullah surabayaHidayatullah.or.id — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Hidayatullah Dr. H. Abdul Mannan, mengingatkan kepada penyelenggara pendidikan di Hidayatullah untuk menginternalisasi spirit Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW) sebagai manhaj (konsep) gerakan ormas Hidayatullah.

Demikian ditegaskan Dr H Abdul Mannan saat menyampaikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan Hidayatullah di Surabaya, beberapa hari lalu (05/06/2014).

Proses internalisasi tersebut yang berbasis pada Tauhidullah (mengesahkan Allah), tegas beliau, hendaknya dibarengi dengan upaya transformasi nilai kepada seluruh khalayak peserta didik.

“Pendidikan Hidayatullah di tengah dinamika globalisasi saat ini harus segera berbenah dengan spirit SNW. SNW melahirkan konsep komando, sehingga setiap kader harus sam’an wa to’atan,” kata beliau saat menyampaikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pendidikan Hidayatullah di Surabaya, beberapa hari lalu (05/06/2014).

Imbauan itu ditegaskan Ketua Umum Hidayatullah dalam sesi pembahasan tema “Pendidikan Integral Hidayatullah sebagai Rekayasa Masa Depan” di arena acara Rakornas Pendidikan Hidayatullah berlangsung di Surabaya selama 3 hari.

Beliau menyatakan bahwa pendidikan Hidayatullah harus melakukan standarisasi berbagai aspek meliputi standar Sumber Daya Manusia (SDM), standardisasi Manajemen, dan standardisasi kurikulum.

“Standarisasi ini kemudian disusul dengan sentralisasi sistem organisasi Sehingga setiap kebijakan dapat diterapkan secara menyeluruh,” terangnya.

Ketua Umum juga menerangkan bahwa segala aktivitas yang tidak dilandasi oleh pemikiran ontologis adalah rapuh. Untuk itu dalam mekanisme pendidikan di Hidayatullah, guru sekaligus berperan sebagai pendidik serta pengayom yang dituntut harus punya hipotesa untuk menganalisis setiap problem edukasi yang bersifat konkret karena tanpa hipotesa guru akan passif.

“Maka segala aktivitas pendidikan harus berdasarkan Tauhid. Guru harus mengantarkan peserta didiknya untuk mendeklarasikan falsafah hidup,” ungkapnya.

Untuk dapat mengintegrasikan antara upaya transformasi nilai Ilahiyah dengan kecakapan pendidikan maka semua guru harus memiliki Tauhid yang super, sehingga bisa mengantarkan peserta didiknya bertauhid dengan benar dan bisa mengantarkan peserta didiknya untuk memahami manhaj SNW.

Beliau juga mendorong kepada segenap kader dan jamaah Hidayatullah untuk menjadikan diri, keluarga, dan lingkungan sebagai penggerak peradaban Islam karena setiap pendidik adalah mediator ilmu dari Allah untuk ditransfer kepada peserta didik.

Konsolidasikan 50.000 Murid
Rakornas pendidikan Hidayatullah ini diikuti berbagai perwakilan dari beberapa kota besar di Indonesia, termasuk dari Surabaya. Rapat koordinasi nasional Hidayatullah ini satu diantara tujuannya adalahuntuk mengkonsolidasikan sekurangnya 50.000 siswa mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menegah Atas (SMA).

Panitia pelaksana Zainal Mutaqin, mengatakan Selain silaturrahim dengan para kerabat dari seluruh Indonesia. Rakornas ini juga membahas konsolidasi sekaligus bagaimana mewujudkan pendidikan yang bermanfaat bagi generasi mendatang dengan memberikan masukan kepada pemerintah terkait pendidikan yang benar dan bermanfaat.

Hingga saat ini, tambah Zainal Mutaqin, ada sekurangnya 50.000 siswa yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, diantaranya di Surabaya, Jakarta, Balikpapan, Batam dan Depok serta beberapa kota lainnya yang mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan Hidayatullah.

Lembaga pendidikan Hidayatullah kata Zainal memang berbeda karena mempraktekkan Pendidikan Integral yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam sekaligus terus menerus melakukan peningkatan pendidikan.

“Oleh karena itu, Rakornas ini juga sebagai satu diantara upaya untuk menjaring aspirasi dari daerah-daerah,” tambah Zainal Mutaqin.

Rakornas yang dibuka pada Kamis (5/6/2014) ini berakhir pada Minggu (8/6/2014) lalu, dengan sejumlah kegiatan yang cukup padat. Mulai dari seminar pendidikan, konsultasi pendidikan, hingga pelatihan-pelatihan.

“Perguruan tinggi Hidayatullah saat ini juga tengah berkembang terus,” pungkas Zainal Mutaqin seperti dikutip harian lokal Suara Surabaya, Sabtu (7/6/2014) lalu. (hio/ybh)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.