Hidayatullah Malang Desak Pemerintah Stop Miras

aksi simpatik hidayatullah malang sambut Ramadhan 2 aksi simpatik hidayatullah malang sambut RamadhanHidayatullah.or.id — Ormas Islam Hidayatullah mendesak Pemerintah Kota Malang untuk menerbitkan regulasi ketat bahkan memutus mata rantai perederan miras di kota tersebut yang dinilai sangat mengkhawatirkan khususnya bagi kelangsungan moral generasi muda.

“Stop Miras, Berantas Maksiat, Tegakkan Syariat,” demikian sebuah slogan yang tertera pada dua spanduk besar yang dipampangkan di depan Kantor Walikota yang juga bersebelahan dengan Kantor DPRD Kota Malang, pada Jumat (29/6/2014) lalu.

Ustad Muhammad Mukti dari Pesantren Hidayatullah Malang dalam orasi simpatiknya mengimbau kepada pemimpin-pemimpin yang dipilih oleh rakyat untuk membangun keteraturan masyarakat agar menggunakan wewenangnya dengan benar dan tidak khianat.

“Mereka yang memiliki pertanggung jawaban utama. Maka harus amanah, agar tidak terjadi kezaliman dan kemaksiatan khususnya di Kota Malang,” kata Mukti.

Mukti menerangkan bahwa amanah utama seorang pemimpin adalah menjalankan hukum Allah, tidak hanya ketika Ramadhan, tapi untuk seterusnya.

Targhib Ramadhan ini dilaksanakan guna menyambut kedatangan bulan Ramadhan yang bebas maksiat dan kenyamanan beribadah. Kegiatan ini berlangsung setelah sholat Jumat hingga sore hari, dimulai dengan berkumpul di Masjid A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang kemudian berkonvoi melewati Jalan Tlogomas, Dinoyo, Soekarno Hatta, Ijen hingga sampai di depan Kantor Wali Kota Malang yang merupakan daerah pusat Tugu Kota Malang.

Ratusan peserta tersebut mengendarai sepede motor dan mobil diiringi dengan seruan dan imbauan bagi Masyarakat Malang Raya khususnya pada tempat-tempat hiburan yang dilewati. Sebab telah diketahui dan diduga lokasi-lokasi tersebut menjadi tempat praktik amoral seperti menjual minuman keras dan berbuat mesum seperti tempat karaoke, lokalisasi seks, dan panti pijat. (gl/hio)

Aksi simpatik yang juga merupakan kegiatan Targhib Ramadhan dihadiri juga oleh ormas Islam lainnya seperti Forum Takmir Masjid, Pemuda Muhammadiyah, serta Barisan Santri dan Masyarakat Muslim Malang (BSM), dan sejumlah elemen umat Islam lainnya.

Dalam orasinya, ketua Barisan Santri dan Masyarakat Muslim Malang (BSM), Ustadz Dr. Ghozali, menyatakan menegakkan dienul Islam bukan hanya status agama Islam. Ghozali menjelaskan bahwa puasa merupakan perintah yang diwajibkan, namun Allah juga mewajibkan untuk menjalankan hukum seperti qishas, rajam, dan lainnya.

“Baik diranah privat dan masyarakat harus ditegakkan, demikian merupakan konsekuensi dari keislaman dan keimanan yang sempurna,” tandasnya. (hio/ybh).

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.