Hidayatullah Medan Terapkan Ospek Santri Berperadaban

Dalam ospek ini, santri baru diajak untuk melakukan tadabbur alam / CHA

Dalam ospek ini, santri baru diajak untuk melakukan tadabbur alam / CHA

Hidayatullah.or.id — Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau Ospek Pondok Pesantren Hidayatullah Medan merupakan momentum bersejarah bagi setiap santri yang memasuki pintu gerbang pendidikan di kampus ini. Sehingga kegiatan ospek dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan wahana awal pembentukan watak bagi para santri baru.

Hidayatullah Medan yang saat ini membina ratusan santri mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA putra putri ini telah menerapkan metode orientasi pengenalan kampus yang terintegrasi.

“Metode ini bertujuan untuk mengenalkan dan memahami lingkungan kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan sebagai suatu lingkungan akademis yang Islami serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya,” jelas Ketua Yayasan Hidayatullah Medan, Ustadz Choirul Anam, dalam keterangan tertulisnya diterima

Peserta ospek santriwati di tengah lapangan sebelum mengikuti kegiatan educative game / CHA

Peserta ospek santriwati di tengah lapangan sebelum mengikuti kegiatan educative game / CHA

Hidayatullah.or.id, Rabu (03/09/2014).

Choirul menjelaskan, kegiatan ospek merupakan kegiatan untuk memperkenalkan kampus kepada santri baru. Kegiatan ini merupakan kegiatan institusional yang menjadi tanggung jawab lembaga untuk mensosialisasikan kehidupan di Pondok Pesantren ini dan proses pembelajaran yang pelaksanaannya melibatkan unsur pimpinan, pengelola dan pengurus, serta ewan guru.

Choirul menuturkan, tujuan dari ospek yang mengusung tema “Ospek Santri Berperadaban” ini dalam rangka untuk menambah wawasan para santri baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus Pondok Pesantren Hidayatullah secara maksimal. Memberikan pemahaman awal tentang wacana ke Islaman serta pendidikan yang mencerdaskan berdasarkan pada nilai-nilai AL-Qur’an dan Assunnah.

Selain itu, ospek ini digelar untuk mempersiapkan mental para santri agar mampu belajar di Pesantren ini serta mematuhi dan melaksanakan norma-norma yang berlaku di kampus, khususnya yang terkait dengan Kode Etik dan Tata Tertib Santri.

Tujuannya juga adalah untuk menumbuhkan rasa Ukhuwwah Islamiyah sesama santri dan seluruh masyarakat Pondok yang penuh rasa ukhuwah kemanusiaan menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, tertib, dan dinamis ( Islamiyah, Ilmiyah dan Alamiyah ). Serta agar Menumbuhkan kesadaran para santri baru akan tanggungjawab akademik dan sosialnya sebagai santri sebagaimana di inginkan oleh Allah dan RasulNya.

Adapun fungsi orientasi ini agar para santri baru paham untuk memasuki dunia Pondok Pesantren yang berbeda dengan belajar di tempat-tempat lain.

“Secara normatif, diharapkan para calon santri akan memahami, menghayati, dan mengamalkan aturan-aturan yang berlaku di kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan dimana tujuan hadirnya adalah membangun Miniatur Peradaaban Islam. Dari aspek akademis, ini akan mendorong pengembangan budaya intelektual, memngembangkan bakat, minat dan kepemimpinan bagi para santri,” imbuh dia.

Ospek Beradab

Jika kita sering mendengar bahwa ada kegiatan Ospek di Indonesia sering kali diisi oleh kekerasan dalam bentuk verbal dan bahkan tidak jarang terjadi kekerasan fisik. Dengan konsep junior harus patuh kepada senior, apapun perintahnya.

Sehingga, sering kali para peserta Ospek mengenakan pakaian dan ornamen yang tidak wajar bahkan harus mau menerima hukuman fisik dari senior bahkan sampai berujung pada kematian. Ini kemudian memunculkan karakter balas dendam

Maka, Ospek yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah ini dirancang serekreatif mungkin dan seedukatif mungkin sehingga nuansanya betul-betul menyenangkan dan akan susah dilupakan bagi santri.

“Santri diantar untuk menjadi kader yang kreatif, innovative dan leadership. Semua merasa gembira, semua merasa mendapat pengalaman baru, semua jadi saling mengenal, semua jadi merasa mendapat saudara baru, keluarga baru dan mengenal dunia baru Islam yang sungguh mereka rindukan selama ini, dan baru sekarang mereka menemukannya,” kata salah Fachri, salah seorang staf pengasuh dan panitia penyelenggara ospek ini.

Selain kegiatan rekreatif yang dilaksanakan secara outdoor, kegiatan ospek dengan sistem indoor yang berkaitan dengan membuka wawasan keislaman tidak boleh ditinggalkan. (ybh/hio/)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.