Walikota Resmikan Rumah Tahfidz Hidayatullah Kalumata

Walikota Ternate H.  Burhan Abdurrahman, meresmikan Rumah Tahfidz Pesantren Hidayatullah Kalumata, Ternate / dok

Walikota Ternate H. Burhan Abdurrahman, meresmikan Rumah Tahfidz Pesantren Hidayatullah Kalumata, Ternate / dok

Hidayatullah.or.id — Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman, meresmikan Rumah Tahfidz Berkah Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah. Peresmian berlangsung di komplek Ponpes Hidayatullah beralamat du di RT 09 Kelurahan Kalumata, Selasa (23/9) lalu.

Pada kesempatan itu, Burhan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada yayasan dan pengurus Ponpes Hidayatullah Kalumata, yang ikut mendukung visi misi pemerintah dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan sumber daya manusia.

“Saya patut memberikan penghargaan karena apa yang dilakukan Hidayatullah sudah mendukung visi misi pemkot, yakni menjadikan Ternate sebagai kota yang agamais dengan memfokuskan pada pendidikan agama,” terangnya.

Walikota berharap berharap dengan adanya rumah tahfidz yang dibangun oleh Pesantren Hidayatullah ini dapat melahirkan penghafal Alquran (hafidz dan hafidzah) yang mengamalkan kandungan-kandungannya sehingga bangsa Indonesia secara umum akan menjadi lebih baik.

Burhan juga mengaku akan mendukung sepenuhnya kegiatan pengembangan Pesantren Hidayatullah di Ternate. Menurut dia, kiprah dakwah, sosial, dan layanan pendidikan yang digalakkan oleh Hidayatullah telah turut serta membangun Ternate menjadi wilayah yang terus bertumbuh menjadi lebih baik.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya peran Hidayatullah dalam pembangunan di Ternate, yang telah turut menjaga keharmonisan dan toleransi di tengah kemajemukan kita,” imbuhnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Kota Ternate, Ustadz Muhammad Daud mengatakan, pihaknya telah menerapkan hafal Alquran kepada santri (siswa) setiap kenaikan kelas dan dimulai diformalisasi tahun ini. Program penghafalan Al Qur’an di Pesantren Hidayatullah Ternate memang telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu hanya saja bersifat informal atau hanya diperuntukkan bagi yang memiliki kemampuan.

Mulai tahun ini program tersebut semakin digalakkan di mana semua warga dan siswa atau santri diwajibkan bisa menghafal Al Qur’an minimal 3 juz. Bagi yang belum lancar atau buta Al Qur’an sama sekali akan mengikuti proses matrikulasi untuk memantapkan kemampuan tahsin dan tajwid.

“Setiap siswa diwajibkan menghafal Al-Quran,” tuturnya. Dengan demikian setelah lulus, santri bisa menghafal dan memaknai isi Al-Quran. (wan/onk/hio).

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.