Upgrade Dai untuk Penguatan Bina Aqidah dan Muallaf

stai-lukman-hakim-hidayatullah-wisudah-2014-3Hidayatullah.or.id — Kebutuhan para muallaf itu sungguh kompleks. Kehadiran seorang dai yang benar-benar dapat menjadi ‘keluarga’ dan membimbing mereka sungguh dibutuhkan.

Demikian pemaparan Ketua Persaudaraan Dai Nusantara (POSDAI), Ahmad Suhail, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Pola manajemen pembinaan muallaf yang digelar oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerjasama dengan HBMI di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Rabu, 19 November 2014 lalu.

Namun, jelas Suhail, karena kebutuhan akan dai pembimbing ini begitu besar, tentu hal ini tidak dapat ditangani oleh sebuah lembaga sendirian. Masalah ini harus ditangani dengan melibatkan banyak pihak.

Menyadari hal tersebut, Departemen Dakwah Hidayatullah lewat PosDai (Persaudaraan Dai Indonesia) membuat program-program diantaranya program layanan umat.

“Program Layanan Umat ini bertujuan membina masyarakat umum agar mereka dapat menjadi dai atau aktivis dakwah di lingkungan masing-masing,” jelas Suhail.

Adapun bentuk-bentuk Layanan Umat ini, sambung dia, meliputi Super Life Revolution (SLR) Training, Training Dai & Khatib, Training of Trainer, dan sebagainya.

Selain itu, ada layanan umat dalam bentuk kajian rutin meliputi sub tema Islam Digest, Kajian Panduan Ber-Islam, dan Grand MBA (Gerakan Dakwah Mengajar-Belajar Al-Qur’an ).

Selain Program Layanan Umat, Posdai juga memiliki Program Khusus. Program khusus ini bertujuan melahirkan para dai yang siap diterjunkan ke berbagai daerah yang membutuhkan peran dakwah di seluruh wilayah Nusantara.
Adapun bentuk dari program khusus ini, diterangkan Suhail, adalah meliputi diantaranya Ma’had ‘Aly, Daurah Murabbi/Mu’allim, dan Jaringan PosDai.

Guna penguatan bina aqidah umat dan muallaf, PosDai juga membuat Program Peduli Dai Nusantara. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para dai yang bertugas di seluruh wilayah Indonesia, baik material maupun non material.

Adapaun bentuk dari program ini diantara adalah penugasan dai yang melakukan perintisan daerah dakwah/binaan, menembus wilayah-wilayah yang membutuhkan peran dakwah di sana.

Program Peduli Dai Nusantara ini polanya dalam bentuk bantuan operasional dai. Seperti pemberian motor, perahu atau alat transportasi lain yang diperlukan untuk berdakwah dan pemberian insentif untuk dai.

Juga santunan dai, bagi yang mengalami musibah, sakit atau meninggal dunia.
Juga memberikan layanan advokasi dai, terutama yang bertugas di daerah perintisan, terpencil, miskin sumber daya, daerah konflik dan bencana.

Selain itu, Peduli Dai Nusantara ini memuat program pendidikan dan pelatihan dai untuk melahirkan dai-dai yang siap menjadi penggerak dakwah di lingkungan masing-masing dan juga dai-dai yang siap ditugaskan di mana saja. serta Penghargaan untuk Dai yang diperuntukkan bagi dai yang istiqamah dan berprestasi di jalan dakwah.

Suhail menjelaskan, karena begitu besarnya biaya yang dibutuhkan, sehingga Islam menekankan bahwa urusan dai fi sabilillah dan muallaf merupakan tanggung jawab kaum Muslimin dan memasukkan dua hal tersebut sebagai bagian dari kelompok yang wajib dibiayai kelangsungan hidupnya dari zakat kaum Muslimin sebagaimana firman Allah SWT dalam Qs.9: 60.

“Patut disyukuri bila BAZNAS memberi perhatian besar dalam hal ini dan mau membiayai program-program yang berkaitan dengan hal tersebut. Wallahu’alam bish-shawab,” pungkasnya. (red/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.