Santri Hidayatullah Harus Terus Belajar dan Berlatih

Closing English Community Hidayatullah DepokHidayatullah.or.id — Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, KH. Wahyu Rahman, mendorong kepada segenap santri dan warga di lingkungan pesantren untuk membangun budaya ilmu dengan terus belajar dan tidak berhenti berlatih.

Hal itu ditegaskan beliau di hadapan hadirin dan santri di lingkungan Pesantren Hidayatullah Depok, saat memberikan sambutan dalam acara Performance and Closing English Community di Kampus Hidayatullah Depok, akhir November lalu.

Beliau mendorong para santri untuk senatiasa membangun kedisiplinan dan tidak berhenti dalam memantapkan kemampuan bahasa asingnya tidak saja bahasa Inggris tapi juga bahasa lainnya seperti bahasa Arab.

“Program ini (english community) harus terus berkelanjutan dan dikembangkan, tidak saja di sini tapi diharapkan juga di tempat lain,” kata beliau.

Bertempat di halaman gedung Hidayatullah Training Centre (HiTC), Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, yang selama tiga bulan bekerjassama dengan Tim Global Village, memasuki puncak kerjasama yang ditandai dengan gelaran Performance & Closing English Community, akhir November lalu.

Dalam acara puncak kerjasama tersebut, terlihat perkembangan berbahasa Inggris seluruh santri yang belajar di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok telah menunjukkan progress yang sangat mengemberikan.

Peningkatan kemampuan bahasa Inggris ini hampir merata di semua tingkatan mulai dari SD, SMP, SMA, dan juga perguruan tinggi (PT) STIE Hidayatullah yang pada kesempatan tersebut masing-masing menampilkan kemampuan mereka.

Dari SD Integral Hidayatullah, misalnya, memberikan perform yang sangat semarak berupa pemapilan nasyid berbahasa Inggris yang membawakan lagu musisi yang masyhur di Timur Tengah, Yusuf Islam.

Kemudian, masih perform dari SD Hidayatullah, menampilkan pembacaan puisi dalam bahasa Inggris yang dibawakan oleh Ibrahim, santri kelas IV SDIT Hidayatullah Depok. Langgam dan cekokan frase Inggrisnya tidak berlebihan jika dilevelkan dengan kemampuan bahasa Inggris yang sangat british.

Khusus program Sekolah Pemimpin, perkembangannya juga sangat pesat. Menampilkan 3 master of ceremony (MC) yaitu Habib, Syarifin, Ismail Rizki Hasan, mengantar acara ini menjadi lebih hidup dan berkesan hingga acara usai. Bahkan, Bapak Romeo Rissal Panjialam selaku founder Global Village menyatakan sangat terkejut dengan perkembangan santri Sekolah Pemimpin.

“Kalau kita belajar bahasa dengan cara praktik, maka waktu tiga bulan sudah cukup memberikan bukti bahwa bahasa itu memang pembiasaan. Dan, saya cukup kaget dengan perkembangan Habib ini,” ucapnya dengan penuh antusias.

Menurut Ibu Mona, tutor yang selama tiga bulan mendampingi proses pembiasaan berbahasa para santri, khsusunya Sekolah Pemimpin, perkembangan anak-anak meningkat sangat baik dan cukup menggembirakan.

“Sebanyak 80 persen pemimpin kelompok dalam English Community mengalami peningkatan pesat,” ujar wanita yang biasa disapa Princess bagi murid-muridnya ini.

Sementara itu, Abdul Hamid MM, yang mewakili Dinas Pendidikan Kota Depok, mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan English Community yang digagas di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, ini.

“Saya mewakili Dinas Pendidikan Kota Depok, sangat mengapresiasi kegiatan English Community di Pesantren ini. Dan, ini merupakan sumbangsih nyata pesantren untuk membawa generasi muda kita memiliki kompetensi bersaing di dunia global,” ucapnya.

Romeo dalam sambutannya berpesan agar English Community ini harus terus berjalan. Tiga bulan berjalan ini bukan akhir pembelajaran kita, tetapi saatnyalah Pesantren berupaya untuk terus melanjutkan program yang sudah bisa kita lihat hasilnya secara bersama-sama ini, harapnya.

Sekolah Pemimpin adalah program unggulan BMH yang dimaksudkan untuk bisa melahirkan generasi muda yang cakap dan siap berdakwah dalam pergaulan global.

Seluruh santri Sekolah Pemimpin mendapat beasiswa full dari BMH. Bahkan dalam waktu dekat, BMH berupaya untuk membangunkan Gedung Sekolah Pemimpin yang lebih representatif.

“Demi dakwah masa depan kita harus upayakan ini sekuat tenaga,” ungkap Ade Syariful Alam selaku Pimpinan BMH Jakarta. (red/bmh)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.