Kemenag Bulungan Apresiasi Kiprah Hidayatullah

IMG_7748 IMG_7752 225560Hidayatullah.or.id — Rendahnya kualitas dan kuantitas hafalan Al Qur’an pada kaum muslimin saat ini serta, masih banyaknya kaum muslimin yang belum hafal juz Amma, terlebih lagi yang mampu menghafal Al Qur’an seluruhnya, maka perlulah dilakukan langkah nyata guna mengubahnya.

Mindset sulit menghafal Al Qur’an seyogyanya harus dirubah bahkan dihilangkan. Terlebih lagi saat ini telah banyak metode–metode yang bisa digunakan untuk memudahkan menghafal Al Qur’an.

Untuk meningkatkan kemampuan para santri serta kaum muslimin dalam menghafal AL Qur’an, Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Selor yang dipimpin oleh Ustadz Nur Yahya Asa menggelar pelatihan cara cepat dan kuat hafal Al Qur’an.

Dalam pelatihan ini Ponpes Hidayatullah Selor langsung menghadirkan Abu Hurri Al Qosimi Al Hafidz yang memiliki sebuah metode mudah menghafal Al Qur’an yang memiliki nama metode Al Qosimi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Drs.H.A.Nabhan, dalam sambutan pembukaan pelatihan yang diikuti para santri serta peserta dari luar lingkungan pondok mengharapkan, melalui kegiatan ini para peserta dapat menggali kembali makna dan spesialnya Al Qur’an.

Para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghafal Al Quran, terlebih yang mengajarkannya saat ini langsung Ustadz Abu Hurri Al Qosimi Al Hafidz yang memiliki sebuah metode menghafal Al Qur’an yang diberi nama metode Al Qosimi.

Nabhan mengungkapkan hadist, Rasulullah SAW dari Usman bin ‘Affan ra. Rasulullah SAW, bersabda, “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”.

Orang yang belajar Al Quran bahkan bisa menghafal dengan baik dan benar, jelas Nabhan, maka orang tersebut akan menerima banyak keistimewaan, salah satu keutamaan orang yang hafal Al Qur’an di tinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Karenanya Nabhan mengharapkan umat Islam harus bisa terus belajar, mendalami dan menghafal Al Quran, terlebih lagi adanya metode baru dari pengembangan metode–metode yang ada sebelumnya, yang bisa memudahkan kita untuk belajar serta menghafalkannya.

Lanjutnya, dengan meningkatnya kemampuan dalam menghafal Al Quran yang di hafal dengan bacaan yang benar, para santri bisa ikut berpartisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an, dan dengan pelatihan ini semoga bisa melahirkan banyak penghafal-penghafal Al Qur’an di Kabupaten Bulungan, harap beliau.

“Saya mewakili Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Bulungan mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Semoga output dari pelatihan ini dapat disebar ke seluruh Kabupaten Bulungan untuk terlibat membina masyarakat khususnya anak–anak di bidang menghafal Quran,” imbuhnya.

Dia menuturkan, kiprah Hidayatullah sejalan dengan program pemerintah Bulungan dalam rangka turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Dia pun berharap Hidayatullah terus melanjutkan program pembinaan umat di wilayah tersebut.

“Kiprah Hidayatullah, terutama di bidang pembinaan umat dengan layanan pendidikan dan dakwah seperti pelatihan pengajaran Al Qur’an patut didukung dan diberi apresiasi,” ujarnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan dua segmen, masing-masing satu segmen satu hari. Hari pertama fokus untuk guru formal dan tahfidz di lingkungan Pesantren Hidayatullah Tanjung Selor. Sedangkan hari kedua adalah untuk masyarakat umum yang diundang sebagai peserta.

Selama dua hari peserta dilatih mulai pengenalan metode, trik dan kiat mudah menghafal, konsep kurikulum hingga hingga micro teaching dari metode tersebut.

“Sengaja kita mendatangkan guru ahli ini untuk meningkatkan kemampuan para guru untuk menjadi bekal dalam melakukan pengajaran kepada anak asuh,” kata Luqman, selaku ketua panitia penyelenggara yang juga mengemban amanah sebagai Kepala Cabang (Kacab) BMH Bulungan.

Peserta mengaku bersyukur dan senang dapat mengikuti pelatihan ini. Mereka menyampaikan terimakasih kepada Laznas BMH dan Dakwah Centre Kaltara yan telah menggagas kegiatan ini. Menurut mereka, ilmu terapan menghafal Qur’an dari metode ini sangat aplikatif.

“Semakin bergairah kami dalam melaksanakan tugas mengajar dan mengasuh setelah mendapat materi pelatihan ini,” demikian dikatakan Muhammad Bahri salah seorang peserta memberikan kesan.

Kepala Cabang (Kacab) BMH Bulungan, Lukman, menjelaskan, disinilah peran strategisnya Laznas BMH sebagai lembaga zakat, yakni bagaimana melihat kebutuhan para guru dalam meningkatkan skill kemampuannya dalam mengajar.

“Dan, ini juga merupakan kontribusi masyarakat pada umumnya yang telah mengamanhkan dana ZIS nya melalui BMH. Kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan para dermawan Muslim yang mengamanahkan pengelolaaan ZIS-nya melalui BMH,” pungkas Luqman. (elo/bul)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.