Perkuat Aqidah dan Dakwah Luruskan Ajaran Sesat Syiah

zainuddin-musyaddadHidayatullah.or.id — Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, KH. Zainuddin Musaddad, MA, menyikapi fenomena adanya gelombang imigran syiah ini Kota Balikpapan sebagai sesuatu yang alamiah.

Pasalnya, jelas Abah Zain, begitu ia karib disapa santri, Syiah melakukan ekspansi ideologis dan perlawanan kepada kaum Muslimin karena dia “istiqomah” dengan kekafirannya.

“Karena keistiqomahannya itu, dengan sendirinya dia harus melakukan perlawanan. Justru kalau dia tidak melakukan perlawanan, palsu dia. Keistiqomahannya dia memusuhi Muslim Sunni ya seperti itu,” ujar beliau saat ditemui wartawan di Komplek Ponpes Hidayatullah, Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu, (13/12/2014) lalu.

Oleh karena itu, Hidayatullah, sebagai sebuah lembaga yang turut fokus dalam menghadapi aliran sesat Syiah sebagaimanan difatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), maka Hidayatullah harus meningkatkan apa yang menjadi kewajibannya. Yaitu, memproteksi umat dari aqidah-aqidah yang sesat.

“Kedua, buktikan bahwa apa yang kita lakukan itu cahaya Allah Ta’ala (kebenaran), sehingga selain dari pada itu bathil (gelap). Tegaknya syariat Allah itu identik dengan cahaya Allah. Mari kita bertarung di lapangan (di tengah masyarakat),karena dia (syiah) pakai asumsi. Kita harus pakai kenyataan. Itu intinya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Abah Zain juga menegaskan bahwa langkah-langkah yang bisa ditempuh untuk menanggulangi penyebaran ideologi syiah adalah dengan cara memperkuat dakwah. Menurut beliau, karena dakwah ini sudah menjadi frame Hidayatullah sejak dulu maka tinggal memperkuat saja.

“Dakwah itu bukan hanya karena ada syiah baru digerakkan. Ini hanya sebuah pemicu bahwa kita harus bergerak lebih aktif lagi, lebih progresif lagi, kalau perlu lebih revolusioner lagi. Dalam artian bahwa umat harus diperkenalkan dengan aqidah sesungguhnya, kepada ibadah yang sesahih-sahihnya,” tambahnya.

Terakhir, beliau juga mengingatkan agar para da’i jangan hanya bermain di titik aman. Dalam dakwah yang disampaikan kepada umat jangan cuma materi terkait silaturahmi atau akhlaq saja. Tetapi harus masuk pada substansi materi dakwah yaitu aqidah Islamiyah.

“Ini bukan tidak penting, cuma tidak mendasar. Kita kembali pada substansi materi dakwah. Kita kan biasanya mencari amannya saja, amanlah masalah akhlak, aman di masalah sosial justru tidak pernah masuk yang sesungguhnya. Tetapi ketika masuk ke ranah aqidah, terproteksi semua, karena substansi aqidah itu yang benar cuma satu, sampaikan, dan yang lain itu bathil,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menghadang bahaya pemikiran syiah titik berangkatnya harus dimulai dari aqidah, karena Rasulullah SAW hebat itu bukan karena akhlaqnya semata. tapi juga karena aqidahnya.

“Andaikan hanya karena akhlaq, Rasulullah SAW sudah diterima jadi punggawa, jadi pimpinan. Di usia 25 tahun,Rasulullah sudah diterima kalau alasannya hanya dengan akhlaq. Begitu rasul sudah masuk ke wilayah aqidah dan tidak ada selain daripada itu yang benar, mereka mengatakan ternyata Muhammad yang baik itu ternyata jelek. Muhammad yang baik itu ternyata merusak,” tukas Abah Zain.

Meski tanpa mengurangi ada tantangan eksternal, tapi menurut beliau, tantangannya ada pada internal umat Islam. Agar para dai-dai harus berani menyampaikan aqidah yang benar itu hanya satu. “Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rasulullah,” pungkasnya. (sI/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.