Porseni Pesantren Hidayatullah Tumbuhkan Semangat Berkarya

lintas alam albayan 01 lintas alam albayan 02Hidayatullah.or.id — Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) santri merupakan wadah efektif untuk mengaktualisasikan potensi yang ada dalam diri para santri. Selain sebagai media dalam pengembangan minat dan bakat, kegiatan ini juga mendorong santri untuk terus berkarya dan berpretasi.

Demikian dikatakan ketua panitia Porseni Pesantren Hidayatullah Makassar, Muhammad Ilyas, disela-sela acara tersebut yang digelar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan, awal Januari ini.

“Daripada santri pulang dan tidak jelas kegiatan di rumah, lebih baik kita sediakan kegiatan yang lebih bermanfaat, juga untuk menghindari pesta tahun baru,” ujar Muhammad Ilyas.

Dijelaskan dia, kegiatan Porseni ini dibarengi juga dengan kegiatan lintas alam dengan melalui medan yang relatif berat yang dengan begitu diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi santri dalam memahami pentingnya membangun relasi sosial dan kerjasama antar sesama.

Sekedar informasi, siswa SMP/SMA Al Bayan Pesantren Hidayatullah Makassar mengadakan lintas alam ke Pondok Tahfidz Ummul Quro, Puncak, Maros pada 3-4 Januari 2015.
Acara itu merupakan lanjutan dari Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) siswa yang dilakukan selama sepakan pasca ujian awal semester. Pesantren Hidayatullah Makassar mengadakan acara itu untuk mengisi libur semester siswa.

Lintas alam kali ini betul-betul menguji mental dan kemampuan fisik. Pasalnya, santri harus berjalan kaki dari Makassar ke Pucak, Maros. Jaraknya sekitar 27 kilometerpun dan memakan waktu sekitar 6 jam. Tak pelak, ada beberapa santri yang kelelahan dan harus berhenti beberapa kali. Untung saja, semua santri sampai dengan selamat dan tetap segar bugar.

Tidak berhenti di situ. Di Pucak, santri harus mengikuti beragam kegiatan. Mulai dari indoor (ruangan) dan outdoor (lapangan). Kegiatan ruangan meliputi pertunjukan seni santri, seperti baca al Quran, pidato, drama, pembacaan puisi, dan juga ada stand up commedy yang mengocok perut.
Pantauan Hidayatullah.or.id, pertunjukkan itu diperuntukkan bagi santri atau grup yang dapat juara satu. Gelak tawa dan kebahagiaan siswa betul-betul terlihat karena terhibur.

Untuk kegiatan lapangannya lebih seru lagi. Pasalnya, waktunya tidak hanya siang, tapi juga berlangsung pada malam hari. Kegiatan itu seperti permainan (game) merayap, membawa balon secara estafet, bermain bola dengan menggunakan teropong yang terbuat dari kertas karton, dan juga jurig malam. Permainan ini berjalan seru karena ditambah hujan deras. Meski begitu, santri tetap semangat menjalankannya.

“Saya senang sekali. Meski capek dan basah kuyup karena hujan tapi sangat menghibur dan berkesan. Semoga lain kali bisa diadakan lagi,” kata Mutawakkil, santri SMP kelas IX.

Dalam kesempatan itu juga diumumkan para pemenang Porseni. Bagi yang juara mendapat bingkisan berharga. Selain itu juga diadakan pembagian rapot. (Syaiful Anshor)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.