Penghina Nabi Dirajam

charlie-hebdo-officeHidayatullah.or.id — Ketua Dewan Syura Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, KH. Hamim Thohari, M.Si, mengatakan pelaku penginaan terhadap Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassalam seperti yang dilakukan oleh majalah Charlie Hebdo di Perancis seharusnya dirajam sesuai dengan ketentuan hukum Islam.

“Kalau itu terjadi di Indonesia, pelaku harus diseret ke penjara. Kalau di negeri Islam, pelakunya dirajam,” kata KH Hamim Thohari kepada wartawan di Jakarta, baru baru ini.

Saat dihubungi, beliau mengaku baru saja melewati gang sempit sebuah pemukiman di bilangan Bekasi. Di mulut gang ada spanduk besar berbunyi ‘selamat datang pecinta Rasulullah’.

“Saya bayangkan bagaimana jika Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam yang begitu mereka cintai dihinakan,” imbuhnya.

Kiai Hamim menegaskan, siapa pun tidak boleh berdalih kebebasan berekspresi untuk melanggar hak asasi orang lain. Kebebesan berekspreasi tidak boleh sampai melanggar hak asasi manusia.

“Hak yang paling asasi manusia adalah hak beragama. Maka sangat naif alasan mereka (Chalie Hebdo, red),” tegasnya.

Beliau menambahkan, atas perbuatan absurd yang dilakukann berakibat perbuatan mereka telah menimbulkan fitnah. Ini jauh lebih bahaya lagi.

“Saya usul agar PBB membentuk mahkamah independen untuk mengadili pelanggar HAM khusus dalam masalah penistaan agama,” ujarnya.

Seperti diketahui, Majalah Charlie Hebdo awal bulan Janauri ini diserang orang bersenjata yang dilaporkan bernama Kouachi bersaudara lantaran menampilkan kartun satire Nabi Muhammad. Majalah satire itu memang kerap membuat kartun yang menghina Nabi Muhammad dan Islam.

Sejumlah pengamat menilai serangan terhadap kantor Charlie Hebdo sebagai bentuk protes kalangan Muslim terhadap pemuatan kartun Nabi Muhammad SAW oleh majalah tersebut. Meskipun cara kekerasan yang dilakukan para penyerang juga tidak dapat dibenarkan. Namun jika Charlie Hebdo tetap ‘keras kepala’, gelombang protes internasional bisa kembali pecah.

Peristiwa yang terjadi di Perancis tersebut dianggap berpotensi merembet ke negara lain kalau Charlie Hebdo terus-terusan membuat kartun satire Nabi Muhammad. Sehingga, harap beliau, pemerintah harus menekan pemerintah Perancis untuk menghentikan tindakan media satir tersebut.  (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.