Hidayatullah Buka Rekening Dana Abadi Lembaga

ist

ist

Hidayatullah.or.id — Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah secara resmi telah membuka rekening dana abadi dengan akun bank BNI Nomor rekening 6767-6565-69 atas nama Perkumpulan Hidayatullah.

Bendahara PP Hidayatullah, Mohammad Ishlah, menjelaskan dana abadi ini kelak dipergunakan untuk kepentingan organisasi secara umum dengan cakupan banyak programnya.  Penggunaan dana abadi ini tidak dikeluarkan secara rutin selain persetujuan pimpinan umum. Rekening dana abadi ini, jelas beliau, ditelurkan atas kesepakatan rapat pleno PP Hidayatullah.

“Dana ini juga dipergunakan untuk kebetugan yang bersifat emergency dimana dikeluarkannya harus atas persetujuan pimpinan umum. Dana ini sumbernya dari infaq dan halaqah Hidayatullah serta masyarakat yang ingin turut serta terlibat mendukung program Hidayatullah,” kata Mohammad Ishlah dalam perbincangan dengan media ini beberapa waktu lalu.

Beliau menjelaskan bahwa PP Hidayatullah menggulirkan ketentuan bahwa infaq halaqah 50 persen diperuntukkan untuk dana abadi. Sehingga kebutuhan halaqah hierarkinya 50 persen ke rekening dana abadi dan sisanya dikelola oleh halaqoh masing-masing untuk pemberdayaan anggota.

Infaq ke rekening dana abadi Hidayatullah ini, jelas Ishlah, bersifat sukarela yang terbuka umum yang penggunaannya dilaporkan secara reguler dan harus melalui persetujuan pimpinan umum.

“Dana abadi ini bukan untuk operasional organisasi secara rutin, tapi pemanfaatannya digunakan hal hal yaang mendesak dan insidentil yang dikeluarkan atas persetujuan pimpinan umum,” jelasnya.

Lebih beliau menerangkan bahwa dana abadi adalah kumpulan dana yang dikelola oleh lembaga untuk tujuan-tujuan sosial atau organisasi yang ditetapkan oleh penyumbang dana atau donor dan pengurus.

Dana-dana tersebut diharapkan tetap utuh selamanya, untuk periode waktu tertentu, atau sampai terkumpulnya aset yang memadai untuk melaksanakan program yang sudah ditetapkan.

“Daya beli dana abadi sangat diharapkan menjadi semakin besar dari waktu ke waktu, dan dapat memberikan pendapatan teratur sepanjang hidup lembaga,” imbuhnya.

Dana abadi, lanjut beliau, diharapkan membawa keuntungan yang besar bagi lembaga karena selain menyediakan basis pendapatan yang aman yang sebagian dapat mengurangi tekanan untuk mencari modal pokok mengurangi ketergantungan pada sumber-sumber pendanaan tertentu, juga memudahkan perencanaan keuangan jangka panjang.

Dana abadi lembaga juga dinilai dapat menciptakan perasaan mantap dalam upaya memperkuat institusi dan semua pihak yang berkepentingan. Juga diharapkan meningkatkan konsentrasi untuk mencapai tujuan-tujuan program jangka panjang, dan menjaga fleksibilitas program guna mencapai tujuan-tujuan tersebut.

Kendati demikian, Ishlah menilai dana abadi bukan berarti menjadi solusi primer bagi segala masalah keuangan lembaga. Tetapi dana abadi ini diharapkan dapat menjadi asset yang mendukung dan memberdayakan untuk pembangunan sosial dan organisasi.

Karenanya, PP Hidayatullah kata Ishlah terus mengimbau anggotanya untuk terus mendukung program dana abadi ini dalam rangka meretas lembaga Hidayatullah yang profesional, mandiri, maju, dan berpengaruh. Sebab mengembangkan sebuah dana abadi membutuhkan upaya yang seiring serta topangan pengelolaan keuangan yang baik.

“Kita tentu berharap semoga ikhtiar mulia ini dapat terus memantapkan peran Hidayatullah dalam dakwah pencerahan umat yang menjadi mainstream gerakan dan meningkatkan pelayanan keummatan di bidang pendidikan dan sosial serta pemberdayaan anggota,” tutur Ishlah memungkasi perbincangan. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.