Pesantren Hidayatullah Miliki Dokumen Sah Lahan Waduk Teritip

Mediasi

Mediasi

Hidayatullah.or.id — Pembangunan Waduk Teritip di Kota Balikpapan yang sedang on progress masih mengalami banyak kendala. Megaproyek senilai Rp 248 miliar tersangkut pembebasan lahan seluas 15 hektare dari 110 hektare luas lahan waduk. Terjadinya tumpah tindih kepemilikan di lahan itu, membuat pemerintah kota tidak berani mengucurkan dana pembebasan.

Kedua kubu yang berpolemik terjadi antara Pesantren Hidayatullah dengan sekumpulan warga yang mengaku sebagai pemilik sah dilahan itu. Dari 24 hektare milik pesantren, sebanyak  15 hektare diklaim oleh warga.

Pemerintah pun mengambil tindakan demi meluncurkan proyek waduk. Kedua kubu diundang Wali Kota Rizal Effendi duduk bersama dalam satu ruangan. Mediasi dilakukan Selasa (17/3) lalu di Ruang Rapat II Balai Pemerintah Kota Balikpapan. Rizal memimpin mediasi kedua kubu, dengan harapan dapat menemukan titik terang.

“Saya tidak berani untuk mengucurkan dana karena masih bermasalah. Tapi karena waduk ini dibangun demi kepentingan bersama, saya berharap diijinkan untuk membangun waduk dulu,” instruksi Rizal kepada kedua kubu yang berselisih.

“Selesaikan dahulu di pengadilan saja. Jangan menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan perselisihan,” perintah Wali Kota kepada kedua kubu yang berselisih.

Pesantren Hidayatullah menyetujui permintaan pak wali dan siap untuk melanjutkan perkara di meja hijau.

“Saya siap untuk lanjut di pengadilan, kami tak pernah takut karena memiliki surat-surat dan kuitansi jual beli yang sah. Kami juga selalu mendukung keputusan Pak Wali untuk melanjutkan pembangunan,” ucap Ridho selaku ketua tim aset Pesantren Hidayatullah kepada Balikpapan Pos seusai mediasi.

Seperti diketahui, total pembangunan kawasan mencapai 285 hektare. Seluas 175 hektare di antaranya digunakan untuk kawasan genangan dan green wall (batas hijau). Prediksinya pemkot akan segera menyelesaikan proyek dalam jangka waktu dua tahun sejak penandatangan proyek ini.

Bila mengikuti jadwal, akhir tahun 2015 sudah harus tersedia lahan lagi minimal 75 persen atau 225 hektare dari 317 hektare yang direncanakan.

Waduk Teritip mulai dibangun pada 2013 dengan membendung Sungai Teritip. Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto datang langsung untuk meresmikan pembangunan tubuh bendungan. Waduk ini direncanakan untuk sumber air baku bagi PDAM Tirta Manggar, perusahaan daerah penyedia air bersih bagi penduduk Balikpapan.

Sampai saat ini Pemkot sudah membebaskan 44 persen atau 107 hektare di kawasan yang saat ini sedang dibangun tubuh bendungan. Lahan itu sebagian besar dulunya adalah perkebunan penduduk yang ditanami karet dan sebagian lagi sayur-sayuran.

Masih diperlukan pembebasan lahan seluas 56 persen atau 210 hektare lagi. Menurut jadwal, waduk akan mulai diisi air pada 2017 atau dua tahun lagi.(bp-28/rus)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.