Pemda dan Tokoh Kepri Hadiri Sarasehan Pendiri Hidayatullah

sarasehan pendiri hidayatullah (2)Hidayatullah.or.id — Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau(PW Hidayatullah Riau) mengggelar acara silaturrahim dan sarasehan dakwah pendiri dan perintis Hidayatullah di Kampus II Hidayatullah Tanjung Uncang. Pembukaan acara digelar pada Rabu (10/06/2015) kemarin.

Dalam sambutannya Pimpinan Yayasan Hidayatullah Batam yang juga Ketua PW Hidayatullah Riau, Ustadz Jamaluddin Nur, mengatakan secara umum Hidayatullah hari ini dapat terus berkembang karena tegaknya 4 pilar gerakan yaitu totalitas diri, fokus, keseimbangan dunia dan akhirat, dan menjaga kedekatan diri kepada Allah Ta’ala.

Pada kesempatan itu Jamaluddin Nur mengutip statemen pendiri Hidayatullah, Ustadz Abdullah said, bahwa pikiran itu dapat memindahkan gunung.

“Atas landasan jiwa besar yang dibangun oleh almarhum itu kepada santri-santrinya, Hidayatullah dapat terus berkiprah untuk umat dan bangsa ini,” kata Jamaluddin.

Di kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Riau, DR. H. Ahars Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran Hidayatullah khususnya di Batam yang saat ini sudah memiliki 2 kampus kegiatan yakni di Batu Aji dan Tanjung Uncang.

Beliau pun mengaku siap mendukung bila Hidayatullah ingin mengembangkan kampus III. Mantan anggota Dewan ini mengungkapkan dukungan riilnya dengan memperjuangkan aspirasi Hidayatullah di lembaganya.

“Hidayatullah harus mendapat dukungan karena konsistensi perkembangannya,” kata Ahars.

Sementara itu Walikota Batam Ahmad Dahlan dalam sambutannya mengatakan Hidayatullah adalah organisasi Islam di indonesia memiliki peran besar dalam membangun karakter masyarakat Indonesia.

Dahlan sempat mengungkapkan asal mula interaksinya dengan Hidayatullah Batam yang berawal dari kunjungannya ke Tomohon, Sulawesi Utara, dan mendapati kampus Hidayatullah meski umat Islam minoritas di sana.

“Islam ini harus bisa berbicara banyak dalam kancah internasional dan lembaga Islam harus bisa melakoninya apatah lagi jumlah umat Islam se-dunia memiliki jumlah yang signifikan,” kata Walikota Dahlan.

Kata Dahlan, sebuah Perjuangan -apapun jenisnya- pasti mendapatkan tantangan. Apatah lagi perjuangan agama. Maka, kata dia, perjuangan Islam harus bisa menapaktilasi pola perjuangan Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassalam.

Dalam sambutannya, Dahlan juga menceritakan sejarah perkembangan kota Batam direkamnta sejak kecil karena beliau tumbuh besar di kota yang pertumbuhannya cukup pesat tersebut.

Batam dihuni oleh suku yang heterogen, baik dari barat Indonesia hingga timur negeri pertiwi. Karenanya, Dahlan mengajak masyarakat Batam untuk ikut mengawal perkembangan kota tersebut  sebab semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama. (naspi)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.