Hidayatullah Terima Wakaf Tanah 2 Hektar di Adonara

penyerahan tanah wakaf ke hidayatullah nttHidayatullah.or.id — Pimpiman Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur (PW Hidayatullah NTT) mengelar acara seremoni serah terima wakaf tanah dari Bapak Khoirul Belo Beto bin Abu Bakar Olah Bala yang berlokasi di tanah wakaf, Desa Weranggere, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Kabupaten Flores, NTT, Sabtu (22/08/2015).

Acara yang sejatinya digelar pada pukul 09:00 WITA tersebut terpaksa diundur hingga pukul 10:00 WITA, karena medan menuju lokasi tanag yang cukup berat dan berkelok-kelok.

Setelah dibuka secara sederhana dengan tilawatil Qur’an, lalu dilanjutkan dengan sambutan dari pemberi wakaf Bapak Khoirul Belo Beto bin Abu Bakar Olah Bala, perwakilan Kepala Desa, Kantor Urusan Agama (KUA), Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan tidak ketinggalan keluarga pemberi wakaf tanah seluar dua hektar tersebut.

Dalam sambutannya, pewakif Khoirul Belo Beto bin Abu Bakar Olah Bala menyampaikan bahwa tidak ada hal lain apapun dibalik pemberian tanah ini selain untuk mendukung gerak langkah dakwah Islam di wilayah minoritas tersebut.

“Kami hanya ingin hadir Pondok Pesantren Hidayatullah di tempat kami. Hal ini di sebabkan tidak adanya pembinaan agama Islam dan itu keadaan ini semakin mengawatirkan muslim di sini,” kata Khoirul Belo Beto.

“Kami sekeluarga mewakafkan tanah ini dengan penuh ketulusan. Dan harapan besar kami, akan hadir pesantren di kampung ini yang akan membimbing kami dalam pemahaman Islam yang lebih baik,” ungkap putra daerah ini dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Bapak Khoirul Belo Beto menegaskan, tidak ada sedikitpun tujuan tertentu menyerahkan tanah ini selain mengharapkan ridha dari Allah Ta’ala dan merindukan hadirnya dakwah Islam di Adonara secara umum.

Penyerahan amanah wakaf tanah kepada Hidayatullah ini berawal dari pencarian keluarga Khoirul, dimana beliau telah berkeliling mencari kira-kira ke mana tanahnya ini akan di berikan dan untuk dikelola sebagai tanah pesantren. Lalu ketemulah dia dengan Hidayatullah yang juga berawal dari saran teman-teman di Labuan Bajo.

Khoirul yang juga merupakan tokoh adat masyarakat setempat mengaku pernah mengikuti penyerahan tanah di Pulau Longgos, dan kini di lokasi itu telah berdiri Pondok Pesantren untuk pembinaan umat dan terus mengalami perubahan dan peningkatan.

Maka, segera setelah Khoirul Belo Beto ingat Hidayatullah, beliau menghubungi PW Hidayatullah NTT untuk menindaklanjuti hingga acara penyerahan bisa di laksanakan di tanah wakaf ini beberapa waktu lalu.

Di kesempatan yang sama, perwakilan kepala desa juga mengapresiasi penyerahan wakaf tanah ini dengan memberikan dukungan jika segera di bangun pesantren di tempat ini begitu juga hal dengan imam masjid.

“Pada prinsipnya kita semua mendukung, pembangunan pesantren di tempat ini. Dalam rangka membina generasi Islam yang semakin memprihatinkan karena jauh dar nilai ajaran Islam dan di kemudian hari mereka dapat menjadi lebih baik,” ungkap Imam masjid setempat.

KUA Adonara sendiri sebagai bagian yang tidak terpisah akan turut memberikan dukungan, dengan segera mengurus berkas-berkas yang berhubungan dengan KUA dan wakaf ini.

Ustadz Usman Mamang selaku Ketua PW Hidayatullah NTT dalam sambutan mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak atas kepercayaan dan dukungan terhadap Hidayatullah NTT.

Di akhir acara LAZNAS Baitul Maal Hidayatullah menyerahkan Al-Qur’an untuk dua masjid yang diterima langsung oleh kedua Imam masjid. Lalu dilanjutkan dengan pemantauan lokasi oleh pewakif dan ketua PW, untuk mengetahui batas lokasi, mengingat sensitifnya batas-batas tanah di Pulau Adonara ini.

Sebelumnya, Baitul Maal Hidayatullah telah menyerahkan bantuan dana untuk penggalian sumur di Dusun Molong dengan nilai 25 juta untuk memudahkan ummat Islam mendapatkan air dalam melakukan kegiatan terutama untuk bersuci. (Muhammad Adianto)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.