Hidayatullah Aceh Teguhkan Dakwah dan Perekat Ukhuwah

Ketua DPW Dilantik, Hidayatullah Aceh Teguhkan Peran Dakwah dan Ukhuwah Umat (1) Ketua DPW Dilantik, Hidayatullah Aceh Teguhkan Peran Dakwah dan Ukhuwah Umat (2)Hidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (DPW Hidayatullah NAD) menggelar Musyawarah Wilayah IV berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 5-6 Desember 2015 lalu.

Musyawarah yang berlangsung khidmat bertempat di Kampus Hidayatullah Aceh Besar, Jalan Banda Aceh–Meulaboh KM 9, Lhoknga, Aceh Besar, ini memufakati Tgk Mahyeddin Husra sebagai Ketua DPW. Ustadz Mahyeddin didampingi Sekretaris Tgk Muhammad Waly, dan Bendahara Tgk Abdullah S.Pd.I.

Muswil IV Hidayatullah Aceh ini dibuka oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, dan turut serta hadir Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Drs Shohibul Anwar, M.Si.

Dalam sambutannya membuka acara tersebut, Profesor Syahrizal Abbas mengapresiasi peran Hidayatullah membangun kawasan tersebut dengan concern kiprahnya di bidang dakwah dan pendidikan. Syahrizal turut mendukung Hidayatullah dalam meneguhkan perannya sebagai perekat kohesi sosial dalam mengawal ukhuwah umat di wilayah tersebut.

Pada kesempatan itu Syahrizal siap bekerjasama dengan Hidayatulah Aceh dalam rangka mengawal daerah-daerah perbatasan dari berbagai upaya pendangkalan aqidah yang belakangan ini marak dilakukan oleh agama lain.

“Menjaga aqidah umat Islam dari pendangkalan dan pemurtadan adalah tanggungjawab besar yang harus kita pikul bersama,” kata Profesor Syahrizal berpesan.

Karena itu, Syahrizal menyatakan pihaknya bersedia membantu untuk dai perbatasan untk turut mengawal umat di kawasan jauh tersebut.

Rangkaian Muswil IV Hidayatullah Aceh ini juga diadakan dialog Peradaban Islam dengan tema “Sosialisasi Qanun Jinayat dalam Membangun Peradaban Islam di Aceh” dengan pembicara Prof. Dr. Syahrizal Abbas, MA, dan Shohibul Anwar, MA.

Hadir dalam musyawarah wilayah ini seluruh unsur pengurus daerah dan juga amal-amal usaha yang berada 7 kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tenggara, Nagan Raya, dan Aceh Jaya.

Sekedar napaktilas, Hidayatullah Aceh kali pertama berdiri pada tanggal 15 Agustus 1993 yang saat itu dijajal oleh almarhum Ustadz Ahmad Nurdin dan Ustadz Nur Yahya Asa, yang ketika itu diutus langsung oleh almarhum Abdullah Said. Kala itu mereka berdua merangsek masuk untuk berdakwah dan merintis pendirian Hidayatullah di sana melalui Lhokseumawe Jalan Nisam Cot Dua, Desa Blang Karing, Krung Geukueuh, Lhokseumawe.

Provinsi Aceh yang terletak di ujung barat pulau Sumatra ini terdiri dari 23 kabupaten/ kota dan 264 kecamatan dengan jumlah penduduknya 4.494.410 jiwa. Namun Hidayatullah baru bisa hadir di 5 titik yang sudah mempunyai kampus yaitu di Aceh Utara, Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Tenggara, dan Aceh Jaya.

Di kelima tempat tersebut sudah terdapat Kampus Hidayatullah dan juga Pengurus daerah masing masing. Ketua DPW Hidayatullah Aceh periode 20015-2020, Tgk Mahyeddin Husra, mengatakan salah satu fokus kerja yang akan dilakukan jajarannya adalah melakukan pengembangan kampus di kawasan-kawasan yang belum terdapat Hidayatullah.

Dengan keberadaan kampus, jelas dia, hal ini akan turut mendorong kiprah Hidayatullah dalam mengintensifkan dakwah di masyarakat. Apalagi permintaan dai untuk kebutuhan pendidikan pengajaran agama juga semakin tinggi.

“Kami ingin meneguhkan kiprah dakwah sebagai mainstrteam gerakan. Berbarengan dengan itu kita juga selalu membangun hubungan yang baik dengan siapa saja karena ukhuwah islamiyah dan kebersaamn dalam mengerjakan proyek amal dakwah ini tidak bisa sendiri-sendiri,” pungkasnya. (Mursalin Ahmad)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.