Pengurus DPW Sulteng Dilantik, Akan Perkuat Dakwah Kultural

Hidayatullah.or.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah Sulawesi Tengah (Sulteng) mengamanatkan kepengurusan baru DPW Hidayatullah Sulteng kepada Ahmad Arsyad sebagai ketua. Ahmad Arsyad dilantik di arena Muswil di Komplek Pondok Pesantren Hidayatullah Tondo, Kota Palu, Sulteng, belum lama ini.

Pelantikan ini turut disaksikan Ketua Departemen Organisasi DPP Hidayatullah Samsudin, SE, MM, Ketua Pengembangan Wilayah DPP Khairil Baits, dan anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah Ustadz Aqib Junaid yang sekaligus hadir sebagai pengisi materi dalam acara tabligh akbar di kota itu.

Ustadz Ahmad Arsyad menggantikan Ketua PW Hidayatullah Sulteng periode 2005-2015 Mohammad Arasy, SH.I yang mendapat amanah baru sebagai Kepala Departemen Sosial Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah.

Dalam pengurusan baru DPW Hidayatullah Provinsi Sulteng periode 2015-2020 Ahmad Arsyad didampingi sejumlah pengurus baru lainnya yaitu sekretaris dijabat Ustadz Muhammad, Bendahara H. Jamal Jafar, Kadep Pendidikan Ismaiel Ali, Kadep Dakwah dan Sosial Abdul Muhaimin, Kadep organisasi dan Perkaderan Mahmud Iqbal, dan Kadep Ekonomi Keuangan diemban Ahmad Ka’bi.

Ketua DPW Hidayatullah Sulteng 2015-2020, Ustadz Ahmad Arsyad, mengutarakan beberapa program yang akan menjadi prioritas pihaknya untuk satu tahun mendatang. Diantaranya yang utama menguatkan konsolidasi internal dalam rangka tertib organisasi. Pihaknya juga akan melanjutkan program pengurus sebelumnya mencakup intensitas pengembangan wilayah dan amal usaha.

Yang tak kalah penting, kata Arsyad, Hidayatullah Sulteng ingin terus meneguhkan perannya di masyarakat sebagai instrumen sosial yang tak terpisahkan dari elemen pembangunan. Karenanya, selain mengupayakan peningkatan gerakan dakwah amaliyah, pihaknya juga berkomitmen meneguhkan dakwah kultural yang selama ini menjadi corak khas Hidayatullah dimana pun berada.

“Untuk menuju kehidupan mulia yang berperadaban Islam, harus melalui pembinaan dan pendekatan kultural agar umat semakin tercerahkan. Spirit dakwah kultural seiring dengan karakterisik, potensi, dan kecenderungan manusia sebagai makhluk budaya,” kata Arsyad.

Ia menambahkan, dakwah kultural merupakan pemaknaan kontekstual atas fikih dakwah kekinian yang mad’unya tidak saja semakin kompleks, tetapi juga menuntut para dai untuk selalu membangun komitmen kekokohan syahadat Taudid dengan tetap mengacu pada prinsip-prinsip aqidah yang lurus agar realisasinya tidak menimbulkan bias.

“Merawat ukhuwah antar sesama komponen umat Islam merupakan salah satu turunan dari kerja-kerja dakwah kultural,” pungkasnya.

Saat ini Hidayatullah telah hadir hampir semua kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Kini yang telah eksis dengan penyelenggaran pondok pesantren dan beragam layanan keummatan lainnya yaitu Hidayatullah Kota Palu, Tolitoli, Poso, Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Tinombala Parigi Moutong, Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Tomini Barat, Soni Kabupaten Tolitoli, Luwuk Banggai, Toili, Buol, Oti Kabupaten Donggala, dan Ampana di Kabupaten Tojo Una-una.

Adapun daerah perintisan yang akan digarap kedepannya adalah Kabuoaten Sigisigi di Kabupaten Morowali Utara, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan. (ybh/hio)

FOTO-FOTO:

Muswil Hidayatullah Sulteng Muswil Hidayatullah Sulteng2 Muswil Hidayatullah Sulteng3 Muswil Hidayatullah Sulteng4 Muswil Hidayatullah Sulteng5 Muswil Hidayatullah Sulteng6

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.