Istri Pendiri Hidayatullah Silaturrahim ke Sumenep

Istri Pendiri Hidayatullah Silaturrahim ke Sumenep (2)

Ibu Aidha Chered (jilbab putih berkacamata) dan Ibu Hindun (jilbab kuning) bersama sejumlah santri dan muslimat Hidayatullah Sumenep / MNA

Istri Pendiri Hidayatullah Silaturrahim ke Sumenep (1)

Pengurus Hidayatullah Sumenep berfoto bersama dengan Ketua Umum Syabab Hidayatullah Muhammad Naspi Arsyad dan Ketua Departemen Organisasi DPP Hidayatullah Syamsuddin (keduanya diapit) / MNA

Hidayatullah.or.id – Dewan Penasehat Pusat Muslimat Hidayatullah (Mushida), Ibu Aidha Chered, yang juga istri pendiri Hidayatullah, almarhum Ustadz Abdullah Said, bersilaturrahim ke Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, Senin (11/01/2016).

Bersama sejumlah rombongan, beliau mampir bersilaturrahim dengan santri dan pengurus Kampus Hidayatullah Sumenep.

Kunjungan Aidha yang turut didampingi oleh Ibu Hindun (istri almarhum Ustadz Manshur Salbu – penulis buku “Mencetak Kader”), ini dilakukan setelah beliau sebelumnya menghadiri Musyawarah Nasional IV Muslimat Hidayatullah di Kota Malang yang digelar selama tiga hari.

Kendati sudah tidak muda lagi dan dengan sejumlah penyakit penuaan yang diidapnya, beliau tetap kuat berkeliling dari kesana-kemari tidak lain semata dalam rangka berbagi inspirasi dan untuk dakwah.

Aidha Chered juga  melakukan silaturrahim ke Pondok Pesantren Bayuanyar, Pamekasan, yang merupakan pesantren tenar dan populer di wilayah tersebut.

Cikal bakal Hidayatullah Sumenep sendiri sudah ada sejak 1996 yang kala itu dirintis oleh kader-kader awal Hidayatullah Jawa Timur yang ditugaskan membuka dakwah di sana.

Berawal dari sebuah rumah kontrakan yang ditempati sekitar 4 tahun, lalu membeli lahan di tengah kota yg kini memiliki luas sekitar 12.000 M2.
Saat ini Hidayatullah Sumenep dipimin oleh Ustadz Warsito.

Saat ini Hidayatullah Sumenep telah menyelenggarakan pendidikan TK dan SD dengan jumlah santri sekitar 400 orang dengan jumlah tenaga pendidik sekitar 40 staf.

Ustadz Warsito mengatakan, dalam tradisinya salah satu yang dijaga adalah silaturahmi ke berbagai pihak, baik individu maupun kelembagaan.
Salah satu hasil silaturrahim adalah brdirinya masjid permanen cukup megah yang disponsori oleh seorang pengusaha yang menelan biaya dana sebesar 1,4 Miliar.

“Dan, dengan donatur yang sama juga membebaskan lahan sebelah timur masjid seluas 1.000 M2 dengan harga 527 juta,” kata Warsito.

Dalam dialognya dengan pengurus Hidayatullah Sumenep, Ustadz Syamsuddin yang merupakan salah seorang perintis Hidayatullah Sumenep dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Bidang Organisasi DPP Hidayatullah, mengingatkan agar terus menjaga kultur silaturrahim yang menjadi sarana dakwah Hidayatullah dimana-mana.

Sementara itu Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad yang turut hadir di kesempatan yang sama menambahkan bahwa dalam perjalanan dakwah, Allah Ta’ala acapkali memberikan kejutan-kejutan menyenangkan yang diantaranya dengan mengirimkan donatur untuk mendanai pembangunan masjid yang saat itu telah mnjadi kebutuhan mendesak pesantren.

Dalam kunjungan ini, Bunda Aidha Chered berpesan kepada ibu-ibu yang hadir menyambut beliau untuk mampu menjadi sosok penyemangat bagi suami, terutama dalam mengarungi perjalanan dakwah yang sarat tantangan ini.

Beliau menuturkan pengalaman pribadi saat menemani Ustadz Abdullah Said merintis Hidayatullah di Balikapapn sekitar 40 tahun silam.

“Kalau bukan karena ingin mendapatkan janji Allah yang lebih besar bagi seorang pejuang, maka susah untuk mendapati Hidayatullah semaju dan sebesar seperti sekarang ini,” pungkas Bunda Aidha mengingatkan. (ybh/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.