Ketum Buka Daurah Al Qur’an Selama Ramadhan di Batam

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust H Nasirul Haq MA membuka Daurah Al-Qur'an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II Tanjunguncang, Ahad (5/6/2016) // Batam Pos

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust H Nasirul Haq MA membuka Daurah Al-Qur’an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II Tanjunguncang, Ahad (5/6/2016) // Batam Pos

Hidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust H Nasirul Haq, MA membuka Daurah Al-Qur’an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang, sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, Ahad (5/6/2016).

Dalam sambutannya beliau mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya yang karena itu bulan Ramadhan disebut juga dengan Syahrul Qur’an.

“Di bulan Ramadhan ini mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai program kita untuk meraih kemenangan di hadapan Allah. Kita gerakkan dakwah mengajar, menghafal dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Mari kita isi puasa kita dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an sekaligus menghayati makna dari kandungan Al-Qur’an itu,” kata Ust Nasirul Haq dikutip harian Batam Pos.

Karena, tambah Nashirul Haq, di dalam sebuah hadis dikatakan bahwa pada hari kiamat kelak puasa dan Alquran akan menjadi syafaat buat mereka-mereka yang telah menunaikan puasa dan membaca Al-Qur’an.

“Bacalah Al-Qur’an karena orang yang membacanya akan didatanginya di hari kiamat kelak. Juga berpuasalah karena kelak di hari kiamat nanti puasa itu akan datang dan memohon kepada Allah dan berkata Yaa Allah bebaskanlah hamba-mu ini dari api neraka sebab karena aku (puasa, red) dia telah mengekang nafsu makan, minum dan syahwatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Nashirul mengatakan, Al-Qur’an itu mukjizat makanya orang-orang bisa menghafal dan memahami isinya.

“Al-Qur’an itu mukjizat, kalau dipikir secara logika tidak mungkin orang dapat menghafalnya sebanyak 30 juz tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil bagi orang yang sungguh sungguh dan tekad yang kuat pasti akan bisa menghafal Alquran,” katanya.

Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, Jamaluddin Nur mengatakan bahwa dauroh ini adalah upaya untuk menciptakan generasi-generasi yang qurani, generasi yang selalu berpedoman pada Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan cita-cita besar, melalui daurah ini nantinya akan lahir generasi-genarasi yang qurani, yaitu generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupannya sehari-hari. Tentu, cita-cita dan impian yang mulia ini harus ditopang dengan langkah yang nyata. Kita buktikan bahwa orang beriman itu mudah menghafalkan Al-Qur’an. Setelah itu jangan lupa untuk ditadabburi dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Jamal.

Jamaluddin menanggapi bahwa akhir-akhir ini banyak sekali anak-anak muda yang terlibat tindak kriminal seperti pencurian, pembunuhan, narkoba bahkan pemerkosaan. Namun kata Jamal anak-anak yang dididik dengan Al-Qur’an akan terhindari dari hal tersebut.

“Mari kita bentengi anak-anak kita dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang di dalamnya terkandung hukum, sejarah, dan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang harus diimani. Sibukkan anak-anak kita dengan Al-Qur’an jika dari sekarang tidak kita sibukkan dengan Al-Qur’an maka anak-anak kita akan sibuk dengan game online dan ipadnya. Semoga setelah dauroh ini para peserta bisa minimal menghafal 3 juz Al-Qur’an,” kata dia.

Dauroh Alquran yang mengambil tema ‘Meraih Kemenangan dengan Kemuliaan Alquran’ ini diikuti oleh 73 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang dilaksanakan selama 25 hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang.

Di sini peserta daurah akan dibimbing oleh sang pembimbing yang tidak hanya mengurusi hafalan peserta, namun juga mengurusi makan (sahur dan buka puasa) para peserta.

Mereka digembleng selama daurah untuk fokus menghafal Al-Qur’an, mulai dari pagi sampai menjelang buka puasa. Para pembimbing menyaratkan agar target minimal hafalan perhari seperempat juz per hari. Namun tetap tidak membebani bagi yang tidak mampu, karena kemampuan anak-anak dalam menghafal berbeda-beda. (btp/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.