Hidayatullah Gelar TOT Pandu Wilayah Provinsi Papua

hidayatullah-gelar-tot-pandu-wilayah-provinsi-papuaHidayatullah.or.id – Pondok Pesantren Hidayatullah menggelar Training of Trainer (TOT) Pandu Wilayah Provinsi Papua. Kegiatan yang berlangsung sejak 15-16 September 2016 ini diikuti 20 peserta pelatih Pandu Hidayatullah perwakilan dari masing-masing kabupaten/kota di Papua.

Ustadz Roby Mohtadi S.Pd.I, selaku Komandan Wilayah Pandu Hidayatullah kepada Timika eXpress usai upacara pembukaan, mengatakan, peserta kegiatan Pandu Hidayatullah akan memberikan materi fisik/outdoor dan materi ruangan.

“Materi fisik lebih menekankan pada kedisiplinan, baris-berbaris serta ketangkasan, seperti permainan semaphore, tali-temali, morse dan pembuatan tenda. Sedangkan materi ruangan lebih menekankan pada pemberian materi tentang pembangunan karakter aqidah keagamaan,” terangnya seperti juga dikutip Timika Express.

Lebih lanjut dijelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan ini akan mendapat penghargaan.

“Mereka yang dianggap berhak dan telah mampu menyelesaikan TOT secara keseluruhan akan menerima sertifikat,” katanya.

Training of Trainer Pandu Wilayah Provinsi Papua yang dipusatkan di Pondok pesantren Hidayatullah ini dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah Provinsi Papua Ustadz Mualimin Amin S.Sos.I.

Dalam sambutannya Mualimin menyampaikan, Pandu Hidayatullah sebenarnya berawal dari organisasi Kepramukaan yang lebih dikenal secara umum. Namun mengikuti perkembangan, Pandu Hidayatullah hadir lebih pada keinternalan Hidayatullah sendiri.

“Yang membedakan PANDU dengan pramuka hanya pemantapan keagamaan tanpa menghilangkan eksistensi atau semua kegiatan yang ada di pramuka,’’ungkap Mualimin.

Sementara itu, Ketua Departemen Pendidikan Wilayah Hidayatullah Provinsi Papua, Ustadz Abdul Syakir S.Pd.I mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkokohkan keyakinan murid dalam hal keimanan dan pembangunan karakter guna menciptakan murid-murid yang cinta akan Alquran.

“Dengan kepanduan, keyakinan keimanan akan bagus, cinta dengan Al quran, rajin membacanya, menghafalnya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah, terutama dalam melaksanakan shalat 5 waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan dalam Pandu tersebut anak-anak akan diajarkan untuk bersosialisasi dalam hal ini berdakwa aktif, minimal mendakwai dirinya sendiri, keluarganya, ibunya serta bapaknya.

“Selain itu juga pada Pandu Hidayatullah akan ditanamkan rasa sosial yang tinggi dalam membentuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa NKRI, yang mana anak-anak dengan keimanan dengan nilai-nilai kearifan sosial, tidak menutup kemungkinan persatuan dalam membangun NKRI dapat terwujud,” jelasnya.

Harapannya dengan diadakannya TOT, para pelatih dapat pulang ke daerahnya masing-masing dan dapat mempraktekkan ilmu yang telah didapat kepada anak-anak didik mereka. (abs/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.