Identitas Santri, Bahasa Arab Terapan Berbasis Lingkungan

identitas-santri-bahasa-arab-terapan-berbasis-lingkunganHidayatullah.or.id – Departemen Perkaderan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah menerapkan program bahasa Arab berbasis lingkungan.

Hal ini disamapaikan Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Muhammad Sholeh Utsman usai rapat koordinasi dengan Tim bahasa Arab kampus utama Hidayatullah Makassar, Senin (14/11).

Sholeh mengatakan, ini program Hidayatullah pusat yang diterapkan di dunia pendidikan Hidayatullah. Namun karena program ini baru dicanangkan maka baru tiga kampus utama saja yang menjadi rujukan.

“Seperti Hidayatullah Depok, Hidayatullah Malang, dan Hidayatullah Makassar,” paparnya.

Kalau program ini berhasil dilakukan sesuai komiten, maka program ini akan dikembangkan kebeberapa kampus Hidayatullah yang tersebar diseluruh Indonesia.

“Bahkan kemarin Hidayatullah Gorontalo meminta, menerapkan program bahasa Arab berbasis lingkungan,” katanya.

Target kami suatu saat nanti kampus utama Hidayatullah tidak ada lagi yang memakai bahasa selain bahasa wajib, bahasa Arab, kata Sholeh.

Sebab ini, lanjut Sholeh, menjadi bahasa ciri khas pondok pesantren, karena mereka selain menjadi calon ulama, mereka juga harus mampu menguasai bahasa Al-Qur’an yaitu bahasa Arab.

“Menjadi ulama tidak hanya bisa mengaji, menghafal hadits dan lain sebagainya. Namun harus menguasai Bahasa Arab, agar mereka mampu menerjemahkan Al-Qur’an dan menafsirkannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, walaupun kita bukan orang Arab, tetapi kita wajib bisa Bahasa Arab, karena identitas kita adalah pondok pesantren yang tentu pelajarannya berbasis Islam.

Sementara itu Ketua Penanggung Jawab Tim Bahasa Arab Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar, ustadz Syahril Utsman mengatakan, belajar Bahasa Arab setiap saat, sehingga kami mewajibkan Santri untuk menggunakan bahasa Arab, baik dalam ruangan kelas maupun ia sedang main bola.

“Tidak ada alasan bagi santri tidak memakai bahasa Arab dalam lingkungan pondok,” ujar Syahril.

Kata Syahril, program ini sudah lama diterapkan pihaknya, dan kali ini semakin dikuatkan. Bahkan, terang dia, DPP Hidayatullah sudah menjadikan kampus utama Hidayatullah Makassar salah satu kampus rujukan.

“Supaya program ini benar-benar komitmen kami bentuk tim khusus untuk menangininya, sehingga ada enam orang yang akan mengontrol santri setiap harinya,” pungkasnya. */Amanah

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.