Hidayatullah Solo Tasyakuran Pendirian Masjid Al Musafirin

hidayatullah-solo-tasyakuran-pendirian-masjid-al-musafirin-copyHidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nasirul Haq, MA, meresmikan dimulainya pendirian Masjid Al Musafirin berlangsung di Komplek Pesantren Hidayatullah Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad (20/11/2016).

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum menyampaikan terimakasih kepada keluarga pewakaf yang telah memberikan dukungan moril maupun materil dalam rangka kelancaran pendirian masjid tersebut.

Dalam taushiahnya Ust Nasirul menyampaikan bahwa keberadaan masjid tidak hanya sekedar untuk shalat jamaah melainkan juga sebagai pusat segala aktifitas kaum muslimin sehingga kesemuanya bermuara karena Allah Ta’ala semata.

“Masjid juga sebagai tempat untuk mewujudkan visi besar yaitu tegaknya peradaban Islam,” katanya.

Acara peresmian penanda dimulianya pendirian masjid ini bertempat di halaman Yayasan Al-Kahfi Pesantren Hidayatullah Surakarta Jawa Tengah, bersama berbagai pihak yang diprepasi oleh Laznas BMH Kantor Perwakilan Surakarta.

Masjid Al-Musafirin merupakan masjid yang terbilang megah, terutama jika melihat konstruksi bangunan yang tediri dari tiga lantai yang sepenuhnya disupport seorang muhsinin (donatur).

“Dibangun dalam waktu tujuh bulan dari target rencana awal yang ditetapkan delapan bulan,” kata Ketua Panitia Pembangunan, Ustadz Sunoto Ahmad.

Sunoto menyampaikan terimakasih kepada donatur yang sudah membangunkan masjid di pesantren ini. “Semoga Allah bangunkan rumah di syurga kelak,” ucapnya.

Helatan acara tersebut dirangkai beberapa kegiatan mulai dari pentas anak asuh binaan BMH mulai dari TK, SD, MTs dan MA Hidayatullah Surakarta.

Tri Wardoyo mewakili keluarga pewakaf menyampaikan terimakasih kepada BMH yang sudah menjadi media dan partner amal shalih sehingga bangunan masjid bisa diwujudkan dalam waktu yang sangat singkat.

“Terimakasih kepada BMH yang sudah menjadi media dan patner amal shalih dalam pembangunan masjid ini. Mohon didoakan yang terbaik untuk keluarga pewakaf karena saat ini sedang diuji sakit oleh Allah dan semoga masjid ini makmur untuk para musafir dan masyarakat lebih-lebih adik-adik santri binaan BMH yang 24 jam menggunakannya,” jelasnya.

Terkait dengan nama masjid memang ada maksud tersendiri. Sunoto menjelaskan, masjid Al-Musafirin ini erat kaitannya dengan keberadaannya yang strategis di pinggir jalan raya tepatnya di ringroad Utara Mojosongo Solo.

“Sehingga harapannya menjadi persinggahan masyarakat yang sedang dalam perjalanan (musafir) dalam mendirikan sholat dan istirahat,” ungkap Sunoto Ahmad. */ Ikhwan

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.