BPBD Papua Barat Sosialiasi Bencana Alam di Kampus Hidayatullah Manokwari

BPBD Papua Barat Sosialiasi Bencana Alam di Kampus Hidayatullah Manokwari

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat melakukan sosialiasi evakuasi mandiri terkait gempa bumi dan tsunami di Probvinsi Papua Barat/ Foto: Albert

Hidayatullah.or.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat melakukan sosialiasi evakuasi mandiri terkait gempa bumi dan tsunami di Provinsi Papua Barat, khususnya di wilayah Manokwari.

Kegiatan ini dilaksanakan seiring dengan momen Hari Kesiapan Kebencanaan Nasional yang jatuh pada tanggal 26 April 2017.

Sosialisasi evakuasi mandiri ini dilaksanakan dengan sasaran di sekolah, sarana kesehatan, pondok pesantren dan sekolah berpola asrama.

Kepada media di halaman Pondok Pesantren Hidayatullah Arfai II, Kabupaten Manokwari, Kepala BPBD Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir, menjelaskan bahwa sosialiasi pertama dilaksanakan di Gereja Efata Manggoapi dan dilanjutkan lagi ke Pondok Pesantren Hidayatullah.

“Kami laksanakan sosialiasi evakuasi mandiri kepada warga jemaat GKI Efata Manggoapi, calon guru jemaat SPGJ Laharoi Kwawi, dimana kegiatan ini disatukan bersama jemaat GKI Efata Manggoapi. Selanjutnya kami laksanakan kegiatan yang sama bagi siswa di Pondok Pesantren Hidayatullah Arfai,”kata Ampnir kepada wartaplus di Manokwari.

Ampnir mengatakan, sosiasliasi ini harus diketahui oleh masyarakat tentang cara mengevakuasi ketika terjadi terjadi gempa bumi. Terutama bagi anak-anak yang berada di sekolah dengan pola asrama.

Dijelaskan Ampnir, jiwa terkapar ada di sekolah asrama, maka mereka harus dibekali tentang bencana. Sebab gerakan kesiapsiaga bencana yang dilaksanakan di Papua Barat, dimulai pertama kali di Manokwari.

Namun, lanjut dia, kedepan gerakan ini akan dilaksanakan di semua kabupaten/ kota di Papua Barat.

Menurut Ampnir, ketika terjadi gempa bumi, maka secara pribadi harus menyelamatkan diri sendiri, kemudian menyelamatkan orang lain. Sedangkan bantuan lain, seperti Badan SAR dan BPBD bagian pemerintah yang akan datang membantu.

Terpantau di salah satu ruang belajar Pondok Pesantren Hidayatullah di Arfai II Manokwari, simulasi mengantisipasi bencana itu dilakukan dengan mengangkat bangku sebagai pelindung kepala ketika gempa bumi terjadi. (alb/wrp)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.