UAS Dukung Pembangunan Gedung Dakwah Hidayatullah

JAKARTA – Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) bersilaturahim ke kantor DPP Hidayatullah, Jl Cipinang Cempedak I, Polonia, Jakarta pada Rabu siang (30/05/2018).

UAS tiba di kompleks kantor DPP Hidayatullah tersebut sekitar pukul 11.34 WIB bersama tim Tafaqquh. Usai beramah tamah singkat dengan pengurus DPP, UAS pun turut shalat berjamaah bersama ratusan jamaah termasuk warga sekitardi Masjid Baitul Karim kompleks DPP -yang bangunannya sedang direnovasi.

Usai UAS shalat zuhur, acara dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah. Pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Baharun Musaddad, mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang juga peraih juara lomba menghafal al-Qur’an internasional, menambah spirit keislaman dalam acara itu.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq, menyampaikan terima kasih kepada UAS yang telah menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat bersejarah tersebut.

Nashirul menceritakan, bagaimana dahulu kompleks DPP Hidayatullah -sebelum beralih ke ormas tersebut- seringkali digunakan tempat berkumpul atau bermusyawarah para tokoh-tokoh bangsa seperti dari Masyumi dan lainnya.

Nashirul berharap dai Hidayatullah juga bisa mengambil pelajaran dari kiprah dakwah Ustadz Abdul Somad.

“Beliau bisa menggabungkan antara keilmuan dan improvisasi yang sangat menyegarkan. Tidak banyak yang bisa seperti beliau. Tapi tentu yang paling penting spiritnya, ruhnya,” ujarnya dalam sambutannya.

Sementara itu, UAS mengungkapkan, ormas itu tidak asing baginya. Ia mengenal pertama kali lewat majalah Suara Hidayatullah.
Kemudian ada dai Hidayatullah yang memperkenalkan diri di satu acara di Riau. Lalu berkenalan dengan pesantren, berikut juga kantor dan tempat bisnis pengembangan ekonomi umat di berbagai daerah.

UAS menyampaikan, keberkahan ada ketika ada pergerakan. Karena semua gerakan kalau berhenti bergerak maka akan mati.

Tapi, sambungnya, meskipun ada gerakan yang tumbang, Islam tidak akan mati karena akan Allah gantikan dengan sekelompok lainnya yang menolong agama Allah.

“Cirinya Allah cinta pada mereka, dan mereka juga mencintai mereka Allah, tidak pernah takut kecaman, kacian, sumpah serapah, mengerahkan segala daya, karena orang yang menolong agama Allah tidak ada takut dan sedih,” tegasnya.

UAS mengapresiasi gerakan tarbiyah dan dakwah yang menjadi arus utama gerakan lembaga itu. Ia pun mengaku paling kuat ceramah 3 tempat dalam sehari.

“Kalau ditambah lebih dari itu bisa mati berdiri,” selorohnya.

“Tapi kalau seribu bahkan sejuta dai Hidayatullah masuk ke seluruh kampung, pelosok, dan tempat yang tidak tersentuh dakwah. Ini yang dapat melawan apa yang dikatakan akan memadamkan cahaya Allah,” terangnya.

“Mudah-mudahan amal kita diridhai Allah dan termasuk hambanya yang berjihad menolong agama Allah,” pungkas UAS menutup.

Pada kesempatan tersebut UAS juga meninjau pembangunan Masjid Baitul Karim Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah. Dalam pesannya seperti dalam video ini, UAS mengajak khalayak luas mendukung proyek amal jariyah tersebut yang kelak sebagai pusat dakwah pembinaan umat. (hidcom)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.