Serukan Doa untuk Kaum Muslimin dan Dijauhkan dari Wabah Virus

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, MA, menyampaikan pentingnya mensyukuri nikmat iman dan aman. Dalam pada itu, ia mengajak bersama mendoakan kaum muslimin yang masih terus tertindas di berbagai belahan bumi dan bermunajat kepada Allah SWT agar menghindarkan kita dari virus corona yang mewabah.

Hal itu disampaikan beliau saat memberika sambutan dalam acara Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk dan Utama Hidayatullah, yang berlangsung di Kota Batam, Riau, Jum’at (6/3/2020).

“Ada nikmat iman dari Allah, tapi tidak ada rasa aman dan damai, maka yang terjadi apa yang kita saksikan hari ini. Saudara kita, umat Islam India terdzalimi di negaranya. Muslim Uighur di China ditindas, belum lagi yang memang sudah sejak lama berlangsung seperti Palestina, Rohingnya, dan daerah lainnya. Itu semua karena pentingnya nikmat aman itu”, tegas Nashirul.

Begitu juga dengan wabah virus Corona yang menimpa dunia hari ini, lanjut Nashirul, menjadi pelajaran untuk semua manusia betapa lemah mereka. Tinggal kita sebagai umat Islam menyikapinya dengan baik.

“Allahlah sebaik baik penjaga. Menjaga negeri dari wabah, menjaga diri kita dari penyakit dan virus. Berdoa saja terus. Kuatkan wirid pagi dan sore. Allah akan memberikan rasa aman itu kepada kita”, jelas anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini.

Juga kita kuatkan, lanjutnya, dengan ikhtiar. Misalkan, tidak mendatangi negeri yang terkena wabah, melakukan tindakan preventif yang sesuai, serta tawakkal kepada Allah.

Rakornas Kampus Induk dan Utama Hidayatullah kali ini, lanjut Nashirul, mengangkat tema tentang peran lembaga pendidikan integral dan pendidikan tinggi Hidayatullah sebagai wadah perkaderan, dan itu dimulai dari Kampus Induk dan Utama Hidayatullah, agar menjadi role model kampus kampus di wilayahnya.

Jadi, lanjutnya lagi, bagaimana para pelaku perkaderan di lembaga pendidikan Hidayatullah, khususnya pengasuh, fokus terhadap pembinaan mental dan adab.

“Ilmu dimana saja dapat dicari, tapi adab atau proses tazkiyah hanya dapat digapai dari wasilah seorang guru. Sehingga para pengasuh harus lebur untuk mentazkiyah santri”, paparnya.

Menurutnya, inilah nilai yang akan kita tawarkan kepada dunia, sistem pendidikan Islam yang berbasis boarding. Ilmu mereka dapatkan. Pembinaan adab senantiasa berjalan karena bersama pengasuh, serta diberikan wasilah kepada anak didik agar mempunyai skill dan keterampilan dengan menempanya di lapangan.

Hari ini, masih menurut Nashirul, kegelisahan masyarakat modern adalah takut anaknya tidak dapat belajar atau sekolah, dan takut juga kalau sakit, dan yang paling penting takut anaknya tidak punya etika, moral, atau adab.

“Tantangan dan harapan inilah yang harus segera disergap oleh Hidayatullah, yaitu menampilkan pendidikan yang unggul di semua lini, sebab inilah tawaran kita kepada dunia”, tukasnya.

Terakhir, Alumnus Universitas Islam Madinah (UIM) ini juga tak luput mengucapkan apresiasi yang tinggi kepada semua panitia yang terus bekerja tak kenal lelah untuk suksesnya acara ini.

Untuk diketahui, Kampus Induk dan Utama Hidayatullah terdiri dari Kampus Ummul Qura, Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, dan Kampus Utama: Hidayatullah Depok, Hidayatullah Surabaya, Hidayatullah Makassar, Hidayatullah Samarinda, Hidayatullah Timika, Hidayatullah Medan, dan Hidayatullah Batam.*/Azhari

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.