Dai Muda Milenial Didorong Harus Produktif di Era Digital

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi mengatakan, kaum muda perlu memanfaatkan teknologi sebaik-baiknya di tengah masifnya perkembangan industri kreatif digital. Sebab kalau menjadi pengguna konsumtif semata, maka hal itu bisa menggerus usia produktif tanpa karya.

“Inilah yang menjadi tantangan terdekat kita hari ini. Bukan akan, tapi sekarang. Dan anak anak mudalah yang menjadi objeknya,” kata Imam dalam acara Halaqah Pemuda yang mengangkat topik “Upgrading Dai Muda Optimalisasi Dakwah Digital”, di Gedawang, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (30/1/2021).

Menurut Imam, bonus demografi saat ini harus benar-benar dikelola.Jika tidak, bisa jadi ledakan jumlah penduduk usia produktif ini hanya menjadi alamat ketidakberdayaan.

Menukil data Sensus Penduduk 2020 Badan Pusat Statistik (BPS), Imam menyebut, penduduk Indonesia berjumlah 270,2 juta jiwa pada September 2020.

Dari jumlah tersebut, Imam menyebut, sebanyak 70,72 persen di antaranya adalah penduduk masa produktif antara 15 hingga 64 tahun yang masuk dalam kategori usia kerja.

“Usia produktif mendominasi ledakan demografi kita. Pertanyaannya, apakah generasi muda kita siap bertarung, kuat berkompetisi, aktif dan benar-benar produktif atau malah jadi santapan dari berbagai produk digital,” imbuh pegiat gerakan literasi ini seperti dikutip Republika.co.id.

Sebagai generasi muda, Imam menilai, berbagai dinamika dan realitas kekinian hari ini, hendaknya menjadi tantangan bagi generasi muda untuk melahirkan terobosan serta menciptakan karya.

“Karya itu tidak melulu harus sesuatu yang bisa diidentifikasi dengan abstraksi entitik, tapi bisa juga hal hal yang amat sederhana namun jika dilakukan secara konsisten bisa melahirkan gelombang,” katanya.

Di antara karya yang bisa dimulai dilakukan adalah membangun tradisi baca dan budaya menulis hal positif di media sosial. Hal itu mungkin terlihat sederhana, tetapi, menurut Imam, hal kecil seperti itu bisa menggerakkan orang lain untuk melakukan kebaikan juga.

“Dengan optimalisasi potensi sumber daya generasi muda, industri kreatif digital bisa menjadi instrumen tersampaikannya kebaikan. Selain itu, melalui kesadaran akan kewajiban dakwah, medium ini juga dapat menjadi episentrum tersambungnya dakwah yang digerakkan oleh milenial,” kata Imam.

Dai muda harus bergerak menjadikan digital sebagai sarana menyerukan kebaikan dan kemajuan umat.

“Hadirlah wahai kaum muda di dunia digital dengan beragam kebaikan-kebaikan yang masyarakat dapat terlibat dan masyarakat merasakan manfaat. Sebab dunia digital hakikatnya adalah kendaraan untuk menyampaikan gagasan dan memberikan pengaruh positif bagi kehidupan. Dunia digital adalah tempat dimana kita semua ditantang untuk lebih cerdas, bijaksana dan visioner,” tutupnya. (ybh/hio)