Menejemen Hidup dan Kehidupan

Setiap manusia pasti mengalami hidup, mati, kehidupan, dan kematian. Kita juga diberi batasan dalam hidup ini dalam koridor kepercayaan dalam religi. Tapi apakah esensi kehidupan yang diberikan kepada kita oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala? Sudah pasti setiap orang akan mencapai tahapan pencarian tujuan hidupnya masing-masing. Lalu, memikirkan kematian dan kehidupan yang sudah dijalani merupakan sesuatu yang memberikan refleksi positif bagi setiap orang yang mau meluangkan sedikit waktu yang sudah dilalui.

Ada yang berkomentar bahwa hidup ini buat dijalani bukan buat dipikirkan. Memang ada benarnya juga jika hanya untuk menenangkan jiwa yang lagi gundah gulana. Jika seseorang dibentuk dan dibesarkan dari latar belakang sains, maka logika merupakan suatu parameter yang sangat menonjol di atas sense yang lain. Sebab pendapatnya bahwa manusia ini tidak lebih dari makhluk hidup lain. Hanya rentang waktu hidupnya saja yang lebih panjang, bila dibanding dengan semut, atau nyamuk.

Life expectancy manusia seperti bangsa Indonesia mungkin 65 tahun. Pada umur beranjak usia sekitar 18 tahun, mulai masa peralihan remaja menuju dewasa. Ia akan memasuki bangku kuliah yang mengandung makna bahwa pada masa kuliah ini akan dijejali dengan pemikiran logis. Kesimpulan dari materi logika itu adalah tidak ada sesuatu yang benar dan dapat diterima oleh akal jika tidak logis. Sehingga terpatri dalam benaknya bahwa hidup ini serba logis. Segala sesuatu yang harus dilalui dalam hidup dan kehidupan harus logis.

Nah, apakah yang kita ingin capai dalam kehidupan ini? Setiap orang punya tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan hidup itu juga tergantung dari pada visi hidup dan kehidupan seseorang. Jika manusia hanya bertujuan untuk hidup, maka kehidupannya tak ubahnya binatang yaitu hidup untuk makan, kawin, kemudian mati. Kalau makan, kawin, mati merupakan orientasi hidup dan kehidupan maka visi hidupnya hanya terbatas pada dunia.

Oleh karena itu, segala akktivitas sepanjang hayatnya hanya untuk mencapai kesejahteraan dunia yaitu akumulasi asset yang tidak akan dibawa ke alam kubur. Adakah manusia hidup tanpa menuju alam kubur?

Bukankah dewasa ini telah disetting suatu model kuburan yang dapat membahagiakan para ahli kubur? Di tengah masyarakat Indonesia yang kental dengan ajaran religi telah dibuka kuburan elit yang dikhususkan bagi calon ahli kubur berduit. Kuburan itu bernama San Diego Hills yang berada di Karawang Barat, Jawa Barat.

Pemikiran tentang kuburan elit yang jika diyakini bisa menangkal siksa malaikat Munkar dan Nakir bagi penganut Islam tentu saja dapat merusak tatanan  aqidah. Pemikiran sekuler berpandangan bahwa kehidupan itu hanya terbatas di dunia dan setiap orang akan kembali kepada alam dunia. Mereka meyakini tidak ada lagi kehidupan setelah mati yang dinamakan kehidupan akhirat.

Disinilah letak perbedaan ekstrem pemahaman dan pemikiran antara orang yang beriman kepada Allah, yang meyakini ada suatu kehidupan abadi yaitu akhirat. Setiap manusia akan dihisab atas segala perbuatannya selama di dunia. Reward dan punishment akan diberikan kepadanya sebagai kompensasi dari Allah. Disinilah makna peringatan Allah dalam Surah At-Takaatsur ayat 8: “Kemudian, kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikamtan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” Karena itu,  kita sebagai orang beriman hendaknya mampu memenej waktu kita dalam mengisi hidup dan kehidupan. *

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.