Pemerintah Diimbau Beri Perhatian Minimnya Porsi Pendidikan Agama di Sekolah

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) menggelar rapat pleno ke-19, Rabu (23/08/2017).

Rapat yang berlangsung di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, itu mengambil tema dialog Kebijakan Pendidikan Nasional dan Kepentingan Umat Islam.

Perwakilan ormas Islam yang juga Anggota Dewan Pertimbangan MUI, mengeluhkan kebijakan pendidikan yang dirasa kurang berpihak pada pembelajaran agama.

Ketum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, mengatakan porsi pendidikan agama di sekolah umum saat ini masih jauh dari kata cukup.

“Porsi pendidikan agama di sekolah umum, itu sangat minim sekali dibandingkan kebutuhan,” ujarnya di lokasi rapat, Rabu (23/8).

Nashirul mengimbau pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap hal tersebut, dengan membuat kebijakan pendidikan agama.

Ia berharap pemerintah tak hanya fokus pada aspek kognitif atau intelektualitas siswa, sebab menurutnya agama dapat membentuk moralitas.

Dalam rapat tersebut hadir Mendikbud Muhadjir Effendy dan Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim sebagai narasumber. Porsi pendidikan agama di sekolah yang hanya dua jam sepekan sekali, kata Muhadjir, sudah diatur oleh Kementerian Agama.

Secara tidak langsung, hal tersebut menjadi kendala bagi Kemendikbud untuk ikut andil melakukan pengaturan porsi pengajaran agama secara langsung.

“Jadi guru-guru agama yang di sekolah umum itu guru Kementerian Agama,” jelasnya dilansir Kumparan.

Untuk menanggulangi minimnya ilmu pengetahuan agama yang didapat para siswa di sekolah, Muhadjir mengimbau peran serta orang tua siswa untuk memberikan pendidikan agama tambahan baik di lingkup keluarga maupun melalui pengajian.

Sementara itu berbeda dengan pendidikan agama di tingkat sekolah, Sekjen Kemenristekdikti Ainun menilai pendidikan agama di perguruan tinggi saat ini telah berkembang.

Perguruan tinggi yang dikelola Kemenristekdikti, kata dia, pendidikan agama diberi porsi sebanyak 4 SKS, dengan materi yang cenderung bersifat konseptual.

“Pendidikan agama di perguruan tinggi itu telah berkembang, kontekstual, sesuai dengan bidang ilmunya,” jelas Ainun. (kdc/hio)

Subscribe

Masukkan alamat email pada kolom bawah ini untuk mendapatkan pembaharuan artikel terkini www.Hidayatullah.or.id langsung di email Anda.